
" Sayang." panggil Fajar.
Nita hanya membalas dengan senyuman, fajar merasa lega, di saat melihat Nita sudah bisa tersenyum lagi
" Aku tidak apa apa kok mas, semoga saja Tomi bisa meluluhkan hati Mona ya, dan mereka segera menikah." ucap Nita.
" terima kasih sayang, meskipun sampai kapanpun kita tidak bisa terlepas dengan Mona, tapi mas berharap rasa percaya kamu kepada mas masih ada, Mona adalah masa lalu mas, dan sekarang sampai mas menutup mata hanya ada kamu seorang di hati mas." ucap Fajar.
Ke esokkan hari nya. Mama dan papa Nita kembali datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi cucu nya.
Setelah beberapa jam,keluarga zafran dan Radit menggunakan mobil zafran menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Nita beserta baby nya.
Rio dan Aya dengan asyik mengobrol dan bermain dengan Ren dan Ben yang saat ini sudah mulai berdiri dan sangat aktif.
Rio sangat senang bermain dan menggoda Ren. Terkadang dia harus berantem dengan Aya berebut bermain dengan Ren.
" Dek ren ayo maen sama kakak Rio." Pinta Rio kepada ren yang berada di gendongan El.
"Sama kakak Aya aja ya." Sahut Aya yang tidak mau kalah.
"dedek Ren mau maen sama kakak Rio dan kakak Aya biar ramai." Ucap El menengahi perdebatan Rio dan Aya.
Rosa dan zafran hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan Rio dan Aya.
__ADS_1
Mereka turun dan masuk ke dalam rumah sakit. Karena belum tahu kamar inap yang di tempati Nita, zafran bertanya di bagian informasi.
"Maaf sus, saya ingin tanya nomor kamar atas pasien Anita putri Wijaya dimana sus? " Tanya zafran setelah sampai di depan bagian informasi.
"Bentar pak saya cek dulu ya?" Jawab suster penjaga dengan sibuk mencari daftar pasien di komputer.
"Di ruang Amanda nomer 121 pak." Tambah suster setelah menemukannya.
"Terima kasih sus." Ucap Zhafran dengan tersenyum ramah.
Setelah mengetahui keberadaan Nita, mereka pun berjalan menuju ke ruang Nita di rawat.
"Assalamualaikum." Ucap El dan Rosa setelah zafran membuka pintu kamar inap Nita.
Dengan wajah yang masih pucat, Nita menyambut kedatangan kedua keluarga sahabatnya dengan senyum bahagia.
"Wah,malah merepotkan ini." Ucap fajar setelah melihat Zafran menaruh kue ke meja.
"Santai saja su, biar buat cemilan nanti waktu kamu nunggu tante Nita." Jawab zafran.
"Terima kasih su ,kalian datang saja sudah buat kami bahagia." Tambah Fajar dengan tersenyum.
"Mohon izin bapak dan ibu, bagaimana kabarnya?" Zafran pun menyapa pak Wijaya dan bu Rahma dengan hormat.
__ADS_1
"Biasa saja nak zafran bicaranya, kita sedang tidak bertugas." Jawab pak Wijaya dengan tersenyum.
"Alhamdulillah kami berdua dalam keadaan sehat, bagaimana keadaan nak zafran dan keluarga?" Tambah pak Wijaya.
"Alhamdulillah pak kami juga sehat." Jawab zafran
" kalau nak Radit bagaimana kabar nya, tumben diam saja, biasa nya selalu ada saja becanda nya." ucap pak Wijaya
" He he he, maaf pak saya sungkan, Alhamdulillah kabar keluarga kami sangat baik pak." ucap Radit
" Sungguh sungguh mengharapkan kamu itu su." ucap Zafran dan Fajar bersamaan.
membuat semua orang yang di sana tertawa secara bersamaan, sedangkan para anak kecil hanya melihat saja, karena mereka tidak tahu apa yang di ucapkan oleh para orang dewasa.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain ya kakak kakak semua
__ADS_1