
Devi yang mendapat kan lampu hijau dari suami nya, langsung tersenyum bahagia, ia begitu senang karena selama ini suami nya itu selalu menuruti apa yang ia minta tanpa ada pertengkaran.
2 Minggu kemudian
Dimana hari ini adalah jadwal Sc untuk Devi, semua perlengkapan sudah di siapkan oleh bunda dan mama, bunda dan mama sudah sejak pagi berada di putra nya, sedangkan orang tua Devi masih berada di rumah adik nya, yang sama sama melahirkan, jadi mereka sebagai orang tua membagi kegiatan mereka.
Devi terlihat biasa saja kepada mama dan bunda Dari suami nya, sebenarnya Devi sedikit tidak suka sama mereka, karena sejak awal perkenalan mereka, sangat terlihat kalau mereka sedikit cuek sama dia, apalagi sekarang ia dan suami nya sama sama bisa membuktikan kalau mereka berdua bisa rukun dan tidak terjadi pertengkaran, padahal di balik sikap Devi yang seperti itu.
Langit hanya bisa menutupi sikap dan sifat buruk istri nya di depan orang tua nya serta saudara saudara nya, sebenar nya ke tiga adik laki laki nya acuh saja sama apa yang di alami oleh Langit, karena Langit tidak pernah menunjukkan rasa sakit yang ia tutupi, tapi tidak untuk Azell dan Rissa, adik perempuan nya itu lebih peka terhadap Langit, Azell sering kali bertanya tentang kondisi kakak nya itu, Azell sangat bisa melihat kalau kakak sulung nya itu banyak berubah sejak ia menikah,
Apalagi sekarang sangat terlihat kerenggangan di antara keluarga ayah bunda dan keluarga kakak nya, selama jadi menantu di keluarga Alferzeri, Devi tidak main ke rumah mertua nya bisa di hitung dengan jari, setiap bunda nya menelpon menanyakan kabar dan kapan bisa main ke rumah, jawab Langit pasti bekum tahu, bahkan tidak jarang Langit pulang sendiri tanpa sang istri yang menemani saat pulang ke rumah ayah bunda nya.
__ADS_1
" Selamat ya nak, atas kelahiran putri kalian, semoga menjadi putri yang Sholehah dan selalu membahagiakan ke dua orang tua nya." ucap bunda dan mama yang memberikan selamat pada Langit, saat mereka berdua duduk di depan kamar operasi
" Terima kasih bunda, mama, Alhamdulillah hari ini aku sudah menyandang nama papi untuk putri kecil ku." ucap Langit dengan derai air mata.
" Kamu harus bisa mendidik putri kalian dengan baik ya." ucap Mesya
" Iya bunda, pasti itu." jawab Langit.
Langit tidak bisa menjawab, ia hanya bisa diam tanpa mengeluarkan suara apa pun.
" Nak..." panggil bunda
__ADS_1
Langit masih diam.
" Nak." Panggil bunda lagi
" Eh iya bunda ada apa?." tanya Langit pada bunda nya yang barusan tersadar dari lamunan nya.
" Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu?, ingat nak, kamu masih punya kami, kami yang selalu akan ada untuk anak anak nya, meskipun anak anak nya sudah menikah, itu tidak membuat kami melepas begitu saja, meskipun kami tidak bermaksud ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian, tapi kalau kamu sudah tidak kuat, ceritakan, bagilah cerita kamu pada kami, jangan ke orang lain, In Sya Allah pasti akan ada jalan keluar kalau kita saling berbagi." ucap Mesya dnegan membelai sebelah tangan Langit dengan halus dan pelan.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...