Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ay 92


__ADS_3

" Jadi sebelum kamu berangkat itu sebenar nya kami sudah hamil gitu?." Kata Ayu.


" sudah, tapi kita nggak tahu soal nya pas pulang dari honeymoon kemarin aku baru periksa dan ternyata sudah 9 Minggu." ucap Yasmin antusias.


" Tapi aneh nya setelah tahu aku hamil mabuk ku berkurang aku sudah nggak pernah mual-mual lagi malah itu langsung pindah ke mas arka." ucap Yasmin menerawang kejadian-kejadian akhir-akhir ini, ia juga bingung kenapa hal itu bisa terjadi pada nya dan suami nya.


" Kok bisa?." Tanya kedua nya bersamaan sedangkan Yasmin hanya mengedikkan bahunya saja.


" Tidak tahu." Jawab Yasmin yang juga merasa bingung.


Setelah pulang dari kampus Yasmin sudah menunggu kepulangan arka dari kantor, namun hingga pukul 20.00 malam arka belum juga kembali berkali-kali Yasmin menghubungi arka dan juga Roni namun tidak ada yang mengangkatnya bahkan nomor arka sudah tidak aktif setelah panggilan yang ke 9.


" Emang kamu mau apa sih Yasmin sampai bisa begitu?." tanya Alvin yang sedari tadi melihat yang hanya mondar-mandir di depan pintu utama sedangkan Alvin dan ara duduk di sofa ruang tamu menemani Yasmin.


" Mau mas arka." Jawab Yasmin cemberut.


" Kami mau nyuruh arka ngapain?." Tanya Alvin lagi.


" biar aku Carikan apa yang kamu minta, aku tidak mau kalau keponakan ku nanti ileran." ucap Alvin


" Tidak tahu kak." Jawab Yasmin bingung juga sebenar nya dia.


" Haisss." Alvin hanya menghel nafas nya kasar lalu kembali fokus bermain game dengan Ara.


Karena lelah menunggu akhir nya Yasmin tanpa pamit kepada dua manusia yang itu dia langsung berjalan cepat menuju kamar nya.


Ceklek.


Pintu terbuka arka terlihat sangat lelah karena habis melakukan perjalanan dari luar kota arka harus kejar waktu agar bisa pulang di hari yang sama.


" Nah akhir nya pulang juga." Kata Alvin berdecak.


" Kenapa?." Tanya Arka yang langsung menghempaskan diri di sofa.


" Onty Yasmin dari tadi nungguin Om, telepon om terus menerus tapi nggak diangkat-angkat Sama om" kata Ara tanpa melihat ke arka mata nya masih fokus dengan ponsel di depan nya.


Mendengar nama Yasmin arka langsung terlonjak dan segera berlari menuju kamar dia lupa mengabari bahwa ia harus keluar kota tadi siang jadi dia pulang terlambat.


Ceklek.

__ADS_1


Arka membuka pintu kar nya, gelap.


" sayang." Panggil arka sambil melepaskan dasi dan jas nya lalu meletakkan nya di kursi bersama dengan tas kantor nya.


" Sayang." Panggil lagi arka namun mereka tidak menemukan Yasmin hingga tiba-tiba akan mendengar suara isak tangis.


Arka mengedarkan pandangan nya lagi dan benar saja Yasmin sedang terisak di bawah meja yang berada di walk in closet milik nya.


" Hiks hiks hiks." Yasmin duduk di lantai sambil menekuk lutut nya dan menenggelamkan wajah nya di antara lutut nya.


" Sayang." Panggil arka lembut sembari berjongkok di depan Yasmin.


" Mas arka hiks hiks hiks hiks." Yasmin segera merengkuh tubuh arka sesaat, namun sesaat kemudian Yasmin melepaskan nya.


" Hey ada apa sayang?." Tanya arka lembut, menghapus air mata Yasmin yang sudah membasahi ke dua pipi nya, mata Yasmin juga sudah sedikit membengkak dan Arka merapikan anakan rambut Yasmin ke belakang telinga.


" hiks kenapa mas arka baru pulang hiks hiks hiks?." tanya Yasmin sambil terisak.


" Maaf ya tadi mas dari luar kota mas lupa ngabarin kamu maaf." ucap arka


" tapi mas arka enggak angkat telepon Yasmin mas apa malah matiin ponsel biar Yasmin nggak ganggu waktu mas arka kan hiks hiks hiks hiks " Yasmin malah semakin kencang membuat arka serba salah.


Yasmin berhenti menangis dan memeriksa ponsel arka ternyata memang benar ponsel nya mati.


" Ya sudah mas arka mandi sekarang mas arka bau." ucap Yasmin menutup hidung nya.


" Ya sudah mas mandi dulu kamu tunggu di tempat tidur ya jangan duduk di sini." kata arka lembut.


Lalu arka menuntut Yasmin dan mendudukkan nya di atas tepat tidur.


20 menit kemudian arka sudah selesai dengan ritual mandinya lalu ia segera mendekati istri nya.


" Kenapa hmm?." Tanya ada karena melihat Yasmin terus menatap nya.


" Lapar." Jawab Yasmin sambil memegang perutnya.


" Hah, emang kamu belum makan?." tanya arka melihat jam sudah malam arka berpikir mungkin Yasmin menunggu nya pulang makanya ia tidak makan dulu.


" Tadi makan cuma sepiring doang." ucap Yasmin cemberut laki-laki membuat warga terkejut satu piring kata nya CUMA.

__ADS_1


" CUMA?." Tanya arka lagi dan Yasmin mengangguk kan kepala nya.


" Ya sudah ayo kita makan." Ajak Arka.


" tapi gendong." Ucap Yasmin manja sambil merentangkan ke dua tangan nya dan mengayunkan kaki nya.


Arka menggendong Yasmin lalu keluar kamar dan menuju meja makan untuk makan, namun di sana sudah tidak ada makanan apa pun.


" Kamu mau makan apa?." Tanya Arka setelah mendudukkan Yasmin di meja makan.


" Hmmm, telur dadar sama kerupuk." Kata Yasmin cepat.


" Telur dadar sama kerupuk?." Tanya arka dan Yasmin kembali mengangguk kan kepala nya.


" Tapi mau nya mas Arka yang masak." Ucap Yasmin manja.


Arka menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dengan terpaksa ia pun mulai mengambil telur dari kulkas.


" Mas gak pakai cabe sama bawang ya cabenya lima aja nggak usah banyak-banyak bawang putih 1 saja sama garam mas arka ulok lalu diaduk sama telur nya dua ya kan mas anak mas arka 2, Yasmin mah enggak usah enggak apa-apa." ucap Yasmin memberi perintah ke arka.


" ah jangan lupa tambahin daun bawang sama kol diiris tipis-tipis kecil-kecil." ucap Yasmin.


" Sayang kenapa ribet sekali sih." keluh arka bingung sendiri rasa nya ia tidak pernah memegang wajan kini ia harus masak.


" Mas arka tidak mau?." Tanya Yasmin memelas.


" Bukan, bukan gitu sayang tapi...." Jawab arka bingung.


" Ya sudah kalau tidak mau, biar Yasmin minta tolong kak Alvin, tapi mas arka jangan salahi anak mas Arka nanti kalau mereka lebih sayang sama om nya dari pada papa nya sendiri." Ucap Yasmin cemberut.


" baik tuan putri " ucap arka lemas sambil menyiapkan adonan sesuai dengan permintaan istri kecil nya itu.


" enak saja, yang bikin adonan aku, sampai kejer kejer, mulai malam sampai pagi, eh waktu lahir malah lebih sayang kepada Alvin, gak gak gak mau aku." ucap Arka dalam hati nya sambil menggelengkan geleng kepala nya.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2