
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jika ada pepatah Melayu mengatakan Dimana Bumi di Pijak,di Situ Langit di Junjung, itu juga yang dilakukan El. Dia berusaha mengikuti adat dan istiadat dimana dia tinggal.
Dan dia pun selalu bersikap sopan dan ramah dengan siapa pun di sana meskipun sang suami mempunyai jabatan di tempatnya bertugas.
Begitu pula dengan para tetangga disana. Banyak yang menyukai El dengan sikap lemah lembutnya.
Bahkan ada beberapa tetangga yang sering mengirim makanan untuk keluarga. Salah satunya mbak Rosa.
Apalagi setelah mendengar kabar jika El sedang hamil, orang yang paling heboh pertama adalah mbak Rosa Sampai di grup ibu-ibu pengurus Persit pun dia bersiaran langsung bahwa jangan memberikan beban kerja yang banyak untuk El.
El pun sangat tersanjung dan bahagia akan kebaikan yang diberikan mbak Rosa kepadanya. Disaat ada yang membencimu, disitu juga ada sahabat yang selalu menghibur dan mendukungmu.
Bagi Salma, mbak Rosa adalah sahabat yang sangat tulus pen gganti Tania dan Intan yang saat ini jauh dari nya.
Bicara tentang Tania dan Intan, mereka telah di hubungi El untuk mengabarkan kehamilannya. Mereka pun sangat bahagia dan menangis karena tidak bisa menemani El.
Flashback on
__ADS_1
Sore hari setelah acara ngambek El kepada zafran karena Mona, mood El pun sudah kembali ceria apalagi setelah mendapat sogokan soup buah dari zafran.
Ketika menikmati soup buah tersebut, El teringat dengan Tania yang dulu ketika hamil Brian dia pernah mengidam soup buah yang harus di buat oleh El.
Sehingga El pun rela mendatangi rumah Tania yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya hanya untuk mewujudkan keinginan sang sahabat.
El pun tersenyum dan mengambil Hp nya. Dia ingin menghubungi Tania dan Intan. Mumpung Aya sedang bermain dengan Rio dan zafran sedang berolahraga. Drt..... derrtttr..
"Assalamualaikum Tan." Sapa El setelah Videocall di angkat Tania.
"Waalaikumsalam, ye ibu Persit apa kabar ni. Udah lama kita nggak kontek2 kan. Apa dah lupa ni punya sahabat yang cantik seperti daku."Jawab Tania yang merajuk.
"Maaf Tan, bukannya daku lupa sama di kau di sana. Tapi maklumi lah daku yang masih harus beradaptasi dengan kegiatan di sini." Ucap El dengan bahasa sok seperti pujangga.
El pun hanya terkekeh melihatnya.
"Btw dimana ni kopanakanku ?" Tanya El yang tak melihat keberadaan Brian di samping Tania.
" Tu si kurcil sedang tidur, ampun dah gue tiap hari nggak bisa istirahat karena keaktifan dia yang super duper gemesin, mau gue jitak tu anak tapi kok anak gue." Ucap Tania
__ADS_1
"Ha..... ha.... ha.... ha.... ha, makanya dulu kalau buat pakai bismillah jangan asal buat aja."Jawab El dengan terkekeh.
"Enak aja, gue dulu bikinnya juga udah pakai bismillah kali. Eh tapi nggak tau dech sama suami gue." Jawab Tania trocos tak ketulungan.
"Entar lo juga ngerasain sendiri kalau udah punya anak laki-laki El. Sekarang anak mu kan cewek yang kalem aja." Tambah Tania.
"Tan bicara tentang anak." Ucap el menjeda bicaranya sebentar.
"Alhamdulillah aku dah positif Tan." Lanjut El.
"Beneran lo, sumpeh lo udah bunting El?" Tanya Tania untuk memastikan kabar yang ia terima.
El pun menganggukkan kepalanya.
"Alhamdulillah El, gue ikut bahagia akhirnya dikau menyusul juga untuk hamil." Tambah Tania dengan mata berkaca-kaca.
"Kok malah nangis sih Tan, dirimu nggak seneng ya dengar aku hamil?" Ucap El dengan sendu.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....