
Ya, ketika ia ingin menyebrang jalan untuk membelikan bakso pesanan sang istri, ada kejadian kecelakaan di depan matanya.
Dia melihat seorang bapak paruh baya yang juga ingin menyebrang jalan di tabrak sebuah sepeda motor dengan kecepatan penuh.
Zafram kaget dan langsung menaruh Hpnya di saku tanpa pamit ke sang istri. Dia panik dan sigap langsung membantu si bapak yang terlupa parah.
Dia langsung membawanya ke rumah sakit dengan bantuan pengemudi mobil yang sedang lewat di sana.
"Sus, tolong ada korban kecelakaan yang harus segera di tangani." Ucap zafran dengan suara keras.
"Baik pak." Jawab 2 suster yang langsung mendorong bangker menuju ke mobil yang membawa korban.
Setelah korban diangkat dan di taruh ke bangker, kedua suster mendorong menuju ke ruang IGD di ikuti Irsyad di belakangnya.
Tak berselang lama, Nita juga telah sampai ke depan rumah sakit. Dia turun dan memanggil perawat untuk membawa bangker untuk membawa El ke dalam.
"Mbak, sakit mbak. Ya Allah. Ibu maafin El." Rintih El yang merasa kesakitan.
"Ya mbak, ini kita sudah sampai di rumah sakit." Jawab Rosa.
El pun di dorong menuju ke ruang bersalin di ikuti Nita dan Rosa di belakangnya. Mereka melewati ruang IGD untuk menuju ruang bersalin.
Di sana ada seorang laki-laki yang sedang berjalan mondar-mandir karena khawatir dengan keadaan korban yang ia tolong.
__ADS_1
"Loh mbak Nita." Ucap zafran setelah melihat Nita.
"Ooommm..zafran. Om nggak apa apa kan?" Tanya Nita yang kaget melihat zafran yang sehat wal afiat.
Ketika di mobil Rosa sudah bercerita apa penyebab El kontraksi. Tadi Nita menuju ke ruang administrasi terlebih dahulu.
Sedangkan Rosa menemani El.
"Ya mbak saya baik-baik saja. Mbak Nita kenapa ada disini?" Tanya Zafran.
"I..tu om, mbak El mau melahirkan. Dia tadi histeris karena mendengar suara hantaman waktu telpon om sehingga membuat mbak El kontraksi." Jelas Nita.
"Ya Allah, sekarang istri saya mana mbak." Tanya zafran yang sudah panik mendengar keadaan istrinya.
"Ya mbak, bentar saya pamit ke suster dulu." Jawab Zafran.
Setelah berpesan ke salah satu suster untuk menangani terlebih dahulu si bapak,Irsyad berlari menuju ke ruang bersalin.
"Sus, bolehkah saya menemani istri saya melahirkan?" Tanya zafran ketika melihat salah satu suster keluar dari ruang bersalin.
"Silahkan pak." Jawab Sang suster kepada zafran untuk masuk ke dalam.
"Loh itu om zafram kok nggak apa apa mbak." Tanya Rosa yang kaget melihat zafran.
__ADS_1
"Nanti saja kita tanya mbak. Sekarang biar om zafram nemani mbak El dulu." Pinta Nita.
Mereka berdua menunggu di depan pintu bersalin sambil berdo'a untuk keselamatan Salma beserta calon buah hatinya.
"Ya Allah dek, adek harus kuat demi anak kita." Ucap zafram kepada sang istri setelah mendekatinya.
"Mas Andra. Ini beneran mas kan?" Tanya El yang kaget melihat sang suami.
Di sela rintihannya, dia mengucapkan syukur melihat keadaan sang suami yang sehat.
"lya dek, ini mas. Adek harus kuat, mas akan menemani adik." Ucap zafram dengan mengusap lembut kepala El yang tertutup hijab dan tidak lupa dia juga mencium dahi sang istri.
"Sa...kit mas." Rintih El.
"Adek kuat, adik boleh mencakar mas atau menggigit tangan mas untuk ngilangin rasa sakit adik." Ucap Zafran
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1