Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
AY 1


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Saat aku pergi ke pasar, aku hanya di kasih uang ibu tiri ku uang pas untuk belanja, mau tidak mau aku harus berjalan kaki untuk sampai di pasar, aku tidak mau kalau nanti sepulang ku dari pasar, aku dapat pukulan dari ibu tiri ku kalau belanjaan nya ada yang kurang atau tidak lengkap dengan pesanan nya.


setiba nya aku sampai di rumah, aku melihat banyak orang berdatangan ke rumah ku memakai baju putih semua dan aku melihat ada bendera kuning yang berada di rumah ku, aku syok, aku langsung berlari membuang tas yang isi nya belanja dari pasar, aku tidak memperdulikan tatapan dari semua orang yang ada di sana.


Ayah ku, ayah ku pergi meninggalkan aku selama nya, ayah yang menjadi kekuatan ku saat ini telah pergi jauh menemui bunda ku yang telah dulu meninggal kan ku, aku harus bagaimana sekarang, aku sudah tidak punya siapa siapa lagi sekarang, aku sendiri, tapi aku tidak boleh egois, aku harus ikhlas atas kepergian ayah, karena dengan begitu ayah tidak sakit lagi, Allah telah melepaskan rasa sakit ayah. ayah bunda aku sayang kalian, doakan aku disini bisa kuat ayah bunda, aku menangis di gundukan tanah yang masih basah dan di sana ada nama ayah ku.


" Oh iya aku lupa memperkenalkan diri nama ku Yasmin Ayunda, semua orang memanggil ku dengan nama Yasmin."

__ADS_1


Author Pov


**Beberapa hari kemudian.


Pagi hari ini tidak seperti pagi hari biasa nya, seluruh badan Yasmin menggigil kedinginan mungkin karena efek kemarin kehujanan saat aku pulang dari toko depan rumah, sebenar nya Yasmin memiliki kondisi yang tidak terlalu kuat bila terkena air hujan, bila dulu ada sang bunda yang selalu mengomeli nya saat dia hujan hujanan dan merawat nya dengan penuh kasih sayang, kini tidak ada lagi yang peduli dengan nya, bahkan ibu tiri nya malah marah marah melihat Yasmin yang lemas tidak berdaya dan tetap memaksa Yasmin untuk melakukan pekerjaan rumah nya serta memasak, Yasmin tidak punya pilihan lain, dengan kondisi yang sangat lemas, Yasmin memaksa untuk bangun dan mulai memasak.


" Maaf Bu, ta...tapi memang aku lagi tidak enak badan Bu, tolong Yasmin sekali ini saja." Ucap Yasmin lirih sambil menggigil.


" Hah, kamu pikir, aku peduli hah! Mau mati sekalian nyusul ke dua orang tua mu, itu malah bagus." Pekik Ajeng begitu menusuk di relung hati Yasmin.

__ADS_1


kemana perginya sosok ibu yang begitu lembut dan penyayang ini dulu, kenapa secepat ini ia berubah.


" Cepat bangun dan bereskan rumah, serta masak, aku ada urusan keluar sebentar, bila aku kembali dan kamu masih bermalas malasan, hmmm siap siap kamu terima hukuman nya " ucap Ajeng lalu pergi, ia tidak betah berlama lama berada di kamar sumpek, kumuh dan kumel milik Yasmin, ehhhh sungguh menjijikkan." Batin Ajeng.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2