
Fajar dibantu Nita untuk masuk ke kamar dan berbaring.
Dengan telaten, Nita mengangkat tubuh Fajar yang besar untuk di baringkan di tempat tidur. Nita hanya diam tanpa berekspresi.
"Yank, maafin aku. Maafin semua kesalahanku kepadamu. Aku menyesal sudah menyakiti hatimu" ucap Fajar kembali dengan nada melasnya.
Dia sangat menyesal dan baru sadar jika hati istrinya begitu tulus mencintai dirinya. Dan dia tidak pernah melihat itu.
"Mas istirahat dulu, aku mau membereskan bekas sarapan kita." Jawab Nita dengan berbalik arah menuju luar dan meninggalkan suaminya sendiri.
Nita menahan tangisannnya. Dia berlari menuju kamar mandi untuk menangis sebagai rasa luapan sakit hati dan rasa kecewanya terhadap sang suami.
Dia menangis terisak, meskipun di liar dia begitu tegar tapi sebenarnya dirinya sangatlah rapuh. Dia masih bersyukur mempunyai sahabat seperti Riri yang benar-benar tulus terhadapnya dan ada juga El dan Rosa tetangga yang dulu sempat dia musuhi untuk membela orang yang dulu dianggapnya sahabat dan sekarang malah sahabatnya itu yang menghancurkan Hidupnya sedangkan yang dia benci malah menghibur dalam keterpurukannya.
"Ya Allah, mengapa masih sesakit ini. Kenapa memaafkan tak semudah ini. aku masih sangat mencintai suamiku, tapi aku juga kamu kecewa dengan apa yang telah dia lakukan padaku." Ucap Nita diantara isakannya.
"Apa yang harus aku lakukan Ya Allah..hiks...hiks..." ucap Nita lagi
Tok..tok.. tok..
__ADS_1
Nita pun menghapus air matanya dan membasuh mukanya akan terlihat fresh.
Setelah membasuh dan mengeringkan mukanya, Nita berjalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu yang tadi dia dengar ada orang yang mengetuk.
Nita pun membuka pintu dan dia sangat terkejut dengan tamu tak terduga yang datang ke rumahnya.
"Pa..pa." Sapa Nita dengan gugup karena melihat papanya datang ke rumahnya.
"Dimana Fajar." Tanya pak Wijaya dengan raut muka merah padam.
"Pa,mas Fajar baru istirahat pa." Jawab Nita dengan gugup.
"Ma..maafin Nita pa, bukan maksud Nita menyembunyikan masalah Nita kepada papa dan mama."Jawab Nita dengan berlinang air mata.
Nita tahu bagaimana sifat papa nya yang tegas dan keras kepala. Dia tidak segan-segan melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarganya apalagi jika dia tahu ada orang yang menyakiti putrinya, dengan wibawa dan kekuasaannya dia akan melakukan cara apapun untuk membela anaknya.
"Pa, sudah pa kasihan putri kita."Bujuk Bu Rahma kepada suaminya. Dia merasa kasihan dengan putrinya. Tampak lingkaran hitam di bawah matanya mungkin karena masalah yang sedang dia hadapi.
Bu Rahma mendekati Nita dan memeluknya yang sedang terisak dengan sayang.
__ADS_1
"Ada siapa yank.." Teriak Fajar dari dalam kamar. Dia mendengar keributan di luar ketika sedang memejamkan matanya karena pengaruh obat.
Pak Wijaya berjalan menuju kamar Nita setelah mendengar teriakan Randi dari dalam.
"Pa, tolong pa biarkan mas Fajar istirahat."Pinta Nita ketika melihat papanya nyelonong masuk ke kamar nya.
"Kamu diam disana, biar papa urus laki-laki b****** itu. Yang sudah berani-beraninya nyakitin putri papa."Ucap pak Wijaya dengan emosi.
Brakkkk..
Suara pintu di buka kasar oleh pak Wijaya.
Fajar terkejut karena mendengar pintu terbuka dan
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1