
" Hai dedek Ben." sapa El di depan rumah nya, mereka El dan Nita sedang menjemur baby baby mereka.
" Hai juga kakak Ren." balas Nita.
" mbak Nita kenapa? kok wajah nya pucat sekali?." tanya El yang khawatir , karena saat ini wajah Nita begitu pucat bangat?.
" tidak apa apa mbak, emang lagi tidak enak badan saja, tidak tahu kok lemes begitu, mangka nya ini ikut berjemur sama Ben." ucap Nita
" Hamil mungkin mbak." sahut Rosa yang turun lalu menghampiri mereka berdua.
" Ya Allah mbak Rosa bikin saya takut saja, enak enak lagi bicara berdua sama mbak Nita, tiba tiba terdengar suara orang bicara tapi tidak ada orang nya." ucap El sambil mengelus Elus dada nya, Nita dan Rosa terkekeh mendengar jawaban dari El.
" eh eh, apa tadi mbak Rosa bilang, Hamil, iya mbak Nita mungkin, saat saya hamil Ren juga begitu, lemes, pengen nya tidur saja." ucap El.
__ADS_1
" Tidak tahu mbak, emang benar sih sudah telat 1 Minggu ini, tapi saya takut kalau di cek, karena selama hampir 4 tahun ini kalau saya telat dan saat di cek pasti hasil nya negatif, jadi takut sendiri kalau mau ngecek lagi dan pasti nanti buat saya kecewa, ini sekarang sudah ada Ben, jadi sama Ben saja deh mbak." ucap Nita dengan tersenyum, meskipun senyuman itu lebar, baik El maupun Rosa menyadari kalau Nita juga ingin memiliki seorang anak dari rahim nya sendiri, Rosa dan El berdoa semoga sebentar lagi ada kabar baik dari tetangganya itu.
Mereka ber tiga larut dalam obrolan yang banyak tidak ada faedah nya, karena mereka membicarakan tentang suami nya sendiri, yang selalu bikin kepala pusing, salah satu contoh nya adalah meletakkan handuk setelah mandi ke sembarang tempat, nanti kalau tempat itu basah, suami nya selalu marah marah, itu adalah kelakuan dari om Radit, sedangkan om Zafran adalah selalu lupa meletakkan kaos kaki yang sudah di pakai, mesti berada di ruang tamu, sedangkan om Fajar selalu saja membuat Nita pusing tujuh keliling, karena sejak kaki nya sakit, menjadi manja banget, bahkan apa apa harus di ambilkan.
" Ekhem...." suara seseorang yang membuat obrolan ke tiga wanita cantik itu berhenti.
" Papa." ucap Rosa yang malu karena saat ia bercerita tentang kelakuan suami nya telah di dengar oleh suami nya sendiri.
" Daddy." ucap El setelah melihat suami nya tersenyum penuh arti kepada nya.
" Papa." ucap Nita yang juga takut, karena tatapan mata dari Fajar membuat Nita bingung.
" Ibu ibu yang terhormat, kalian ini apa sudah masak?." tanya Radit.
__ADS_1
" Sudah." jawab El, Nita dan Rosa bersamaan.
" Apakah kalian sudah selesai cuci baju?." tanya Radit lagi.
" Sudah." lagi lagi jawaban mereka bertiga sama
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1