Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 29


__ADS_3

Pak Asep dan mbak Tia eh keliru Bu Tia kalau hari Minggu selalu membawa Senja ke rumah bunda terkadang juga rumah mama untuk membantu papa atau ayah menyemai bibit buah dan sayuran, oh ya, aku sampai lupa kalau perlu di ketahui pak Asep sejak dulu selalu di kasih libur sama ayah setiap Minggu, dan aku pun membiasakan itu sampai sekarang pak Asep menjadi sopir ku, ayah, papa dan pak Asep mempunyai hobi yang sama dalam berkebun dan bertani, kata nya sih bisa menjadi penghilang penat saat mereka telah selesai bekerja.


Sekarang aku begitu canggung meski untuk sekedar bercanda, sebagai seorang direktur aku harus jaga harga diri dong, apa lagi disana ada sekretaris ku juga, meski sebenarnya aku tidak memandang rendah status orang seperti apa yang telah di ajarkan oleh bunda dan mam, bunda yang lembut dan mama yang disiplin, ke 4 orang tua ku itu adalah paket komplit, dimana bunda yang penuh kelembutan, mama yang penuh disiplin, ayah penuh wibawa dan papa penuh ketegasan, aku banyak belajar dari mereka ber 4.


Hmmm, dia sekarang menjelma menjadi gadis yang sangat cantik, sungguh pangling aku, memang bibit cantik nya sudah terlihat sejak dulu.

__ADS_1


Benar apa yang di katakan oleh pak Asep, semua laki laki pasti kepincut setelah melihat senyum dari Senja, aku pun kalau belum menikah pasti juga akan kepincut, pasti laki laki yang bersama nya akan beruntung dan bahagia memiliki istri yang begitu cantik di luar nya, dan sudah bisa aku pastikan kalau di dalam nya juga bagus, aku bisa menilai keseharian pak Asep dan Bu Tia sejak aku dan adik adik di bawa asuhan Bu Tua dulu, waktu terasa begitu cepat, sampai sampai aku tersenyum sendiri, dulu Senja begitu dekat sama aku, kalau sama ke 3 adik laki laki pasti Senja menangis karena mereka selalu menjahili Senja, dan ujung ujung Senja pasti minta berlindung dari ku, entah perasaan apa aku juga tidak tahu, sejak dulu aku merasa selalu ingin melindungi gadis ini, tapi apa ia masih ingat ya tentang semua hal itu.


Sambil duduk selonjoran di karpet kami saling berbicara antara satu sama yang lain nya, soal mau menitipkan Ara, awal nya Ara sempat tidak mau, malahan pipi nya sudah mulai kembang kempis mau menangis, aku sungguh bingung, bagaimana ini, tidak mungkin aku bawa anak ke lapangan, kasihan pasti akan kelelahan dan rewel.


He he he. Kami pergi meninggalkan tiki menuju tujuan pertama yaitu pabrik, butuh waktu 1.5 jam perjalanan menuju lokasi dengan keadaan jalam ramai lancar setelah di lokasi aku mengecek setiap ruangan, dimana karyawan pabrik bekerja, aku berkeliling di pabrik dan di temani oleh sekretaris ku Nina dan kepala divisi pabrik tersebut.

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2