
Bunda langsung histeris diperlukan ayah namun berbeda dengan arka ia hanya terdiam dan tidak ada air mata yang keluar ia masih menatap lekat lekat dokter Maya lalu tersenyum.
" maaf kan kami." Ucap dokter Maya.
" Tidak may, kamu bohong kan, bilang kalau ini hanya prank kan May." Kata Ara dengan menggeleng kepala nya.
" Maaf Ar, tapi kami hanya manusia biasa, semua sudah di kehendaki oleh Tuhan." Ucap dokter maya lagi
" tidak may, tidak kamu bohong, kamu bohong." Teriak Arka.
" Yasmin tidak mungkin ninggalin aku, itu tidak mungkin, tidak, tidak mungkin." Ucap Arka dengan masih berteriak.
" Ha ha ha, tidak lucu may, kamu tidak tahu sekuat apa istri ku." Ucap Arka tidak percaya, lalu ia segera berlari masuk ke dalam ruangan Yasmin.
Arka melihat tubuh mungil istri nya sedang terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit, semua alay sudah mulai di cabut dari tubuh Yasmin, perlahan Arka pun mendekat dan berjongkok di samping Yasmin.
" Sayang bangun dong, kamu tidak mau lihat baby twins J kita." Bisik Arka lembut di telinga Yasmin.
Tidak bisa dipungkiri sekuat apapun mereka mencoba tidak menangis namun nyatanya air mata itu tetap saja menetes saat melihat istri nya terbaring lemah di sana.
__ADS_1
" Sayang kamu wanita yang kuat mas yakin kamu tidak akan meninggalkan kami begitu saja kan." ucap arka.
" Anak-anak masih sangat membutuhkanmu begitupun mas, sayang mas mohon bangun buka mata kamu." ucap arka sambil berusaha membuka mata Yasmin dengan jemari nya lalu ia terisak.
Arka kembali mengingat saat-saat sebelum Yasmin melahirkan masih sempat meminta makanan pada nya, bahkan makanan itu sama sekali belum tersentuh oleh Yasmin arka terus menangis sambil memeluk tubuh Yasmin dengan erat.
" Sayang bangun, mas mohon." Ucap Arka lirih.
" Jangan tinggalin mas, mas mohon sayang." Ucap Arka lagi tepat di telinga Yasmin.
Di luar ruangan semua keluarga sudah berkumpul saat mendengar kabar Yasmin yang melahirkan.
Semua tidak ada yang menyangka bahwa Yasmin akan pergi secepat ini.
" Sssttt jangan berisik Vin, nanti Yasmin bangun, dia lagi istirahat." Kata Arka lirih, mata nya sudah bengkak dan memerah. Alvin mendongakkan wajah nya ke atas agar air nya tidak menetes di pipi nya.
" Arka, sudah ikhlas Jan Yasmin ya." Ucap Alvin.
" Kamu ngomong apa an sih Vin, di bilang jangan berisik, mending kamu lihat anak anak ku sana biar aku temenin Yasmin dulu di sini." Kata Arka menyuruh Alvin pergi, lalu Arka merebahkan kepala nya di sisi kepala Yasmin.
__ADS_1
" arka kamu harus ikhlas dek." Ucap Langit yang ada di dalam ruangan itu, awal nya Langit akan datang besok nya, berhubung tadi Alvin di minta tolong oleh ayah untuk memberitahu kan kalau Yasmin telah tiada, dengan bergegas Langit menuju rumah sakit dan meninggal kan anak istri nya di rumah, dan untuk saja putra kecil nya sedang tidak rewel.
" Kalian ini apa apa sih, sudah deh sana sana keluar, jangan pada di sini, berisik." Ucap Arka.
" Kamu tidak mau ngazanin anak anak kamu. Dek." Ucap Langit membuat Arka langsung menatap Langit.
" Oh iya, anak anak ku belum di adzanin." Ucap Arka pelan.
" Sayang, kamu istirahat dulu ya di sini, di temani oleh Arka dan kak Langit, biar mas adzanin anak anak kita dulu." Ucap Arka berbisik di telinga Yasmin.
" Vin, jagain istri ku, jangan macam macam." Ancam Arka lalu melangkah keluar menuju ruang bayi.
Setelah Arka pergi, Alvin dan Langit sudah tidak bisa membendung air mata nya lagi, saat melihat Yasmin. Hati mereka berdua sangat sakit dan terasa sangat sesak saat melihat Yasmin tertidur di atas brangkar dengan memejamkan mata nya. "
Yas, bangun dong, kamu tidak mau nyuruh nyuruh kakak lagi?." Kata Alvin saat sudah berada di samping tubuh Yasmin.
Pasti pada penasaran ya, tunggu episode selanjutnya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...