Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 185


__ADS_3

" Hoek hoek hoek." Ray memuntahkan isi di dalam perut nya, tidak hanya sekali Ray muntah, bahkan berkali kali sehingga membuat wajah Ray pucat dan lemas, Mesya yang mendengar langsung masuk ke dalam kamar mandi.


" Bang, abang kenapa?." tanya Mesya yang bingung.


" Abang tidak tahu sayang, saat bangun tadi perut abang mual, yang di muntahkan hanya air saja, sakit sayang." ucap Ray dengan manja.


" Ke tempat tidur dulu saja bang." ucap Mesya lalu memapah suami nya, Ray merasakan tubuh nya sangat lemas


Mesya mengoles minyak kaya putih di tubuh suami nya, baru saja mengoles di bagian perut, Ray kembali lagi berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan lagi, karena perut nya bergejolak.


" Sayang, jangan pakai itu, abang tidak kuat dengan bau nya, tolong singkir kan sayang." pinta Ray yang berjalan ke arah tempat tidur.


" Iya bang, kalau begitu Syasya olesi pakai minyak zaitun saja ya, sekalian Syasya pijit kepala nya sambil menunggu adzan subuh berkumandang." ucap Mesya


Mesya memijat kepala sang suami sampai terdengar suara dengkuran halus bertanda kalau sang suami telah tertidur.


Saat sholat subuh, Ray memilih untuk sholat di ruamh saja, karena badan nya masih lemas. setelah sholat subuh Ray kembali tidur dan meminta istri nyabuntuk membangunkan pukul 7.30 karena nanti jam 09.00 ada metting di kantor nya.

__ADS_1


Ray merasakan tubuh nya semakin hari semakin tidak menentu, setiap pagi ia terus saja memuntahkan isi perut nya padahal ia tidak makan apa apa, ini sudah berjalan hampir 1 bulan.


" Dit, tolong cari gue rujak ya." pinta Ray pada Adit


" Tumben loe minta rujak Ray, jam segini pula, gue harus cari dimana coba." ucap Adit


Ray yang mendengar jawaban dari teman nya itu langsung menunduk dengan mata yang berkaca kaca, Adit yang melihat itu langsung tidak tega.


" Ok gue carikan Ray, loe jangan seperti itu, jangan buat gue gak tenang bro, bisa bisa gue di goreng sama istri loe." jawab Adit dan Ray langsung senang dengan mata yang berbibar meskipun terlihat masib ada air di mata nya.


Adit mencari rujak yang Ray pesan, Adit sempat curiga kepada bos sekaligus sahabat nya itu.


"Tok tok tok." pintu ruangan Ray di ketuk oleh seseorang dari luar


" Masuk." jawab Ray


Ceklek pintu terbuka

__ADS_1


" Nih rujak pesenan loe." ucap Adit dengan menyerahkan rujak pada Ray yang sudad di buka oleh Adit.


" Thanks bro." jawab Ray yang lansung memakan rujak dengan lahap tanpa menarawi Adit yang masih melihat Ray makan rujak dengan rakus.


" Loe ngidam Ray." ucap Adit tiba tiba setelah melihat Ray selesai makan rujak


Deg


Jantung Ray berdetak cepat.


" Memang nya kalau makan harus ngidam dulu gitu?." tanya balik Ray.


" Bukan gitu bro, kalau rujak nya gak bikin gue penasaran tapi saat gue nolak permintaan loe, loe hampir menangis, apa coba kalau bukan ngidam, aneh saja gitu, mana Ray yang dulu, dingin." ucap Adit panjang lebar.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2