
" Kenapa mas harus meminta ijin, Ais saat ini sudah menjadi istri mas, Ais akan selalu dukung mas di setiap kebaikan dan selalu di dalam jalan Allah dan di ridhoi Allah, mas mau panggil apa saja pasti Ais terima kok." jawab Ais dengan senyum lembut nya.
Zhafran merasa bahagia mendapatkan istri seperti Aisyah, ia merasa beruntung mendapatkan nya.
" Terima kasih, untuk malam ini kita tidur saja ya, karena badan saya capek semua." ucap Zhafran.
" iya mas." jawab Ais dengan sopan.
Ke esokkan hari nya, bunda dan ayah mengantar para keluarga untuk pulang ke daerah mereka masing masing, sebenar nya bunda masih sangat rindu dengan ke dua orang tua nya, namun mommy dan Daddy tidak bisa karena 3 hari lagi Daddy akan melaksanakan acara pensiun Daddy, genap sudah usia Daddy menjadi 58 tahun, jadi sebentar lagi Daddy tidak akan berdinas lagi, rencana awal Daddy akan mengikuti apa kata mommy untuk diam di rumah saja tapi itu hanya rencana namun pada kenyataan nya Daddy akan malah di sibukkan dengan pemilihan Gubernur, Daddy terpilih menjadi kandidat salah satu calon gubernur di kota Surabaya.
Sedangkan sepasang suami istri baru ini belum juga menampakkan hidung nya, mereka masih terlelap setelah melaksanakan sholat subuh, semalam mereka mata nya terpejam namun sebenarnya mereka tidak tidur, sepanjang malam mereka terjaga, namun mereka tidak saling mengetahui kalau pasangan mereka juga tidak bisa tidur, seperti diri nya.
__ADS_1
2 hari kemudian
tepat pukul 13.00 siang, Zafran mengajak sang istri untuk kembali ke tempat dinas kota Aceh, namun Aisyah tidak tinggal dengan ke dua orang tua nya melainkan ikut dengan sang suami, dimana suami nya mencari nafkah untuk mereka kelak, bunda, ayah serta adik nya Azell ikut mengantar Zafran dan Aisyah di bandara.
Mobil Rush berwarna hitam telah terparkir cantik di sebuah rumah yang bisa di kata sangat sederhana, rumah dinas bercat tembok hijau satu lantai.
Zafran mengajak Aisyah untuk masuk ke dalam, Aisyah yang baru masuk di suguhkan dengan ruang tamu yang sangat bersih, di sana sudah lengkap dengan perabotan nya juga, Aisyah melihat perabotan tersebut sangat tahu kalau suami nya itu tidak hanya tampan namun mempunyai seni yang sangat luar biasa, dimana ruang tamu yang sangat sempit dengan perabotan begitu banyak masih bisa membuat ruang tamu itu tidak sesak.
" Ayo duduk sini, ngapain bengong di depan pintu." ucap Zafran.
" ini rumah dinas mas, adik tidak keberatan kan?." tanya zafran sambil memandang sang istri
__ADS_1
Aisyah tersenyum lalu mengangguk kan kepala nya.
" di sini ada 3 kamar tidur, kamar kita ada di depan itu " ucap Zafran sambil menunjukkan pintu kamar mereka berdua.
" apa adik perlu asisten rumah tangga?." tanya Safran.
" tidak perluas, Insya Allah adik bisa mengerjakan semua nya, kalau nanti perlu baru adik akan katakan sama mas." jawab Aisyah.
" rumah nya kecil ya, tidak sebesar rumah adik Yanga dan di sini." ucap Zafran yang tahu dengan tatapan sang istri, sejak turun dari mobil Aisyah terus melihat sekeliling nya, seperti ada rasa ketidak nyamanan.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....