
" Hufffff hari ini rasa nya lelah banget tapi entah sampai kapan kondisi aku seperti ini ya Allah aku ingin sembuh dan bisa berjalan lagi seperti dulu." gumam arka tak terasa buliran kristal bening jatuh membasahi pipi
nya.
cukup lama mereka berada di kamar mandi sampai ritual mandi nya usai, kini dia sudah memakai pakaian santai rasa lapar yang melanda perut nya membuat nya menekan telepon yang ada di dalam kamarnya untuk menghubungi arka di rumah nya.
" halo den ada yang bisa saya bantu?." tanya pria paruh baya yang bernama pak Mun pak Mun adalah kepala pelayan yang ada di rumah keluarga Alfarizi beliau bekerja sudah lebih dari 20 tahun yang lalu, sebelum nya pak Mun bekerja ikut di rumah orang tua Rey.
" tolong bawakan makanan ke kamarku." kata arka.
" baik den." balas pak Mun.
tidak lama kemudian pak Mun datang dengan membawa nampan berisi makanan air dan buah yang sudah dipotong-potong kecil.
tok tok tok
__ADS_1
ceklek pintu terbuka.
" ini makanan nya den." kata pak Mun.
" taruh di atas meja saja pak." kata arka datar yang masih sibuk mengutak-atik ponsel nya karena mengecek email laporan dari sekretaris nya.
" kalau sudah tidak ada yang dibutuhkan saya permisi dulu den." kata pak Mun setelah menaruh nampan di atas meja saat pak Mun hendak melangkahkan kaki keluar kamar namun terhenti dengan perkataan arka.
" tunggu pak Mun temani saya makan." kata Arka santai dibalas anggukan oleh pak mun.
" siapa yang memasak makanan ini?." bentak arka membuat pak Mun kaget.
" buk Nanik den yang masak." kata pak Mun gugup.
" kenapa bukan di Ida yang masak pak Mun tahu kan kalau aku tidak suka makanan selain masakan di Ida." kata arka kesal.
__ADS_1
" maaf den sudah sebulan ini di idah sakit jadi bik nani yang menggantikan nya untuk sementara sebenar nya yang biasa memasak selama ini bik Ida sakit adalah Yasmin, cuma Yasmin baru datang jam 2 siang karena dia bekerja di toko nya nona senja kata pak Mun gugup dan menundukkan kepala nya.
" cepat ganti makanan ini." bentak arka membuat pak mun segera mengambil makanan di atas meja lalu menaruhnya di atas nampan dan segera keluar dari kamar arka menuju dapur.
" astaga jantung ku merasa pengen copot." gumam pak mun sambil mengusap dadanya setelah berhasil keluar dari kamar arka.
" ada apa pak Mun kenapa wajahmu ketakutan begitu? nah loh makanan nya kok dibawa lagi." kata bik nani yang bingung melihat sikap pak Mun sambil membawa nampan makanan yang masih utuh.
" benarkah marah-marah karena makanan nya rasa nya tidak enak sekarang minta ganti." kata pak Mun.
akhir nya bik nani memasakkan lagi makanan dengan menu yang berbeda setelah pak Mun membawa nya namun hasil nya sama arka malah tambah mengamuk bahkan makanan nya sampai dibanting hingga berserakan di lantai kamar arka hinggap para pelayan harus datang membersihkan kamar Ark karena ulah nya bahkan sampai beberapa kali tetap kemarahan dan makian yang didapat oleh pak Mun.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...