
" Tadi mama Habis dari pasar, terus mampir ke lapangan ngajak main Ara, di sana kan rame banyak anak anak yang bermain jadi sekali a mengenalkan anak mu untuk bersosialisasi, nah pas mama lagi terima telepon dari papa mu, Ara lari lari menjauh, mama sempat panik kehilangan jejak nya, eh tahu nya ini nih meluk seorang gadis." Cerita mama Siska.
" Mama kaget waktu dia bilang Putri nya pak Asep, tidak nyangka ya dulu waktu di bawa bawa ke sini dia imut dan pemalu, sekarang sudah gadis Hamm cantik lagi." Lanjut mama Siska
" Iya ma, dulu Langit suka godain dia, colok colok lesung pipi nya itu." Langit terkekeh membayangkan masa masa itu.
Langit melihat jam sudah mau magrib, Langit bergegas mengajak putri nya untuk pulang.
" Sayang ayo salim dulu sama Oma." Langit menuntun putri nya untuk mengajak Salim.
" Jadi anak yang sholehah ya nak." Ujar mama Siska sambil mencium seluruh wajah cucu nya itu.
Di kediaman rumah Langit adalah kehampaan yang selalu Langit rasakan.
Rumah nya ibarat persinggahan, bukan tempat yang di tuju, kenapa? Kenyamanan menjadi hambar dan kebahagiaan menjadi tawar. INARA KALEA LATIFA ALFAREZI, ya kehadiran nama itu yang memberikan nya kekuatan untuk terus melangkah.
__ADS_1
Pov Langit.
Aku pandangi foto pernikahan ku yang terbingkai besar di dinding kamar, foto yang menampilkan sepasang pengantin yang tersenyum bahagia. Devi istri ku, aku merasa kamu melangkah semakin menjauh, dan kita sudah berbeda jalan, kita tidak sejalan lagi, kamu pun mengabaikan anak mu.
Aku tak menduga perjalanan rumah tangga ku akan sampai di tahap ini, istri ku dulu begitu patuh, selalu sudah ada di rumah lebih dulu, nyata nya kenaikan jabatan membuat nya perlahan merubah segala nya.
Aku putuskan mulai saat ini, aku harus bersikap tegas terhadap nya, baik lah aku akan menunggu istri ku pulang.
Kita akan bicarakan semua nya baik baik, jangan sampai perahu retak dan tenggelam tanpa sampai ke tempat tujuan.
POV Langit off.
Devi POV.
Aku tiba kembali di Jakarta pukul 10 pagi, kegiatan ku selama 2 hari di Surabaya sangat padat, sampai sampai aku lupa menghubungi suami ku Langit untuk memberi kabar, ah mudah mudah suami ku pengertian.
__ADS_1
Mobil perusahaan sudah standby menungguku di bandara, yang akan membawaku kembali ke kantor, jalanan kok Jakarta pada jam segini lumayan ramai lancar, akhir nya setelah 20 menit mobil pun tiba di lobby perusahaan.
Aku berjalan anggun menaiki lift menuju ruangan ku, koper sengaja aku titipkan di resepsionis biar tidak ribet saat pulang kantor tadi.
Belum juga aku duduk di kursi kebesaran ku, Bagus sekretaris ku menyampaikan kalau aku di tunggu di ruangan atasan ku saat ini juga.
" Gus, aku belum duduk loh, bisa tidak nanti saja ke ruangan atasan, pengen istirahat nih?." Ucap ku.
" Maaf Bu Devi, tadi sekretaris beliau sudah mewanti wanti untuk segera menemui beliau." Ucap Bagus..
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1