
" Mas." Panggil Yasmin dengan menggoyang goyang kan lengan Suami nya itu.
Merasa tidak mendapatkan respon dari suami nya, Yasmin pun melepaskan tangan nya lalu ia kembali menyandarkan tubuh nya pada tempat tidur sambil mengelus perut nya.
" Sayang papa jahat ya papa nggak mau deket sama kita lagi ucap Yasmin mengelus perut nya tidak apa-apa kalian masih punya Mama kok Mama akan selalu bersama kalian biarin saja papa kalian nggak mau deket sama kita ya biarin nanti Mama akan cariin kalian papa baru yang lebih ganteng lebih peka dan lebih lebih lebih." ucap Yasmin terhenti kalau arka langsung menarik Yasmin ke pelukan nya dan membungkam bibir Yasmin dengan bibir nya.
Arka mengecup dan me.... Lu.... Mat bibir Yasmin dengan lembut, setelah beberapa saat arka melepaskan pagutan nya lalu menatap Yasmin dengan tajam.
" Jangan pernah ucapkan kata kata seperti itu lagi." Kata arka datar hingga membuat Yasmin menelan dengan susah saliva nya.
" habis mar Arka gituin Yasmin sih." kata Yasmin lirih dan menundukkan kepala nya
" Yang awal nya nyuekin siapa?." Tanya arka ketus.
" Maaf lagian Yasmin kan nyuekin mas arka juga ada sebab nya." ucap Yasmin liri dan tiba-tiba ia terisak.
" Hiks hiks hiks hiks Yasmin kesel sama mas arka arka nggak langsung jelasin ke Yasmin siapa wanita tadi mas arka malah ngasih penjelasan sepotong-sepotong gimana Yasmin nggak salah paham jangan marah." kata yasmin menutup wajahnya dengan tangan dan terisak.
" Roti kalau sepotong lumayan bisa ganjel perut laper lah kalau penjelasan cuma sepotong-sepotong mana bisa orang ngerti dan paham yang ada makin salah paham kalau ngejelasinnya cuma sepotong sepotong doang lagian juga mas maunya mau deket-deket gitu apalagi tadi mau dipeluk-peluk juga coba kalau Yasmin yang dipeluk laki-laki lain pasti mas arka nggak akan terima juga." sambung Yasmin lagi masih dengan tangisan yang lirih.
" Iya iya mas minta maaf kata arka mengalah bagaimanapun wanita tetap akan selalu benar meskipun tadi istri nya juga salah.
" ya sudah Yasmin maafin tapi jelasin dulu." kata Yasmin langsung berhenti menangis.
__ADS_1
" Jelasin apa?." tanya apa pura-pura lupa.
" Mas arkaaaaaa." Pekik Yasmin cemberut membuat akta tersebut akhirnya arka menceritakan semua yang ia ketahui tentang kakak nya langit dan mantan istri nya hingga tadi kenapa mantan istri nya kakak nya itu datang untuk menemui nya.
" Lho apa mami nya Ara tidak tahu kalau kak Langit sudah menikah?." tanya Yasmin.
" sudah sayang, tadi mas juga sudah jelasin." jawab Arka yang bersandar di punggung tempat tidur nya.
" terus?." tanya Yasmin yang masih penasaran tapi ia enggan untuk bertanya lebih lanjut karena ia merasa gengsi.
" ya tidak ada terus terus nya, mas cuma bilang maaf kalau aku tidak bisa bantu hubungan kalian, aku memang adik dari kak Langit, tapi mengenai hal itu sudah di luar wilayah aku untuk masuk dan menjelaskan kepada kak Langit." ucap Arka.
" tapi sebentar deh mas, sejak mas cerita tadi, mami nya Ara itu tidak ada kata kata ingin balikan sama kak langit deh." ucap Yasmin sambil mengetuk ketuk dahi nya dengan pipi di tembemkan.
" mungkin ingin melihat Ara mas, bagaimana pun juga mami nya Ara sudah lama tidak melihat Ara." ucap Yasmin.
" iya ya, ya sudah lah itu urusan kak langit dengan matan istri nya, mas tidak mau ikut campur dan kamu sayang, kamu memang dekat dengan kak Senja tapi mas wanti wanti kamu, kamu jangan sekali kali cerita hal ini kepada mereka, mas sebenar nya tidak diam saja, tapi mas akan pantau terus gerak gerik mami nya Ara, bagaimana pun juga kak langit baru saja bahagia, masak dia akan merusak hubungan suami istri kak Langit dan kak Senja." ucap Arka dan Yasmin mengangguk kan kepala nya.
Hari berganti minggu begitupun minggu berganti bulan kini usia kandungan Yasmin semakin bertambah besar membuat aktivitasnya terbatas meskipun kandungan Yasmin baru 4 bulan namun perut Yasmin seperti sudah 7 bulan dan berat badan Yasmin naik drastis karena ia suka makan ini dan itu dan kini Yasmin mulai mengambil cuti kuliahnya ia hanya berdiam diri di rumah sambil menonton drama Korea kesukaannya atau kadang ia ikut ke kantor bersama arka padahal di kantor pun juga sama Yasmin hanya berdiam diri di dalam kamar dan menonton drama Korea.
Hingga hari Minggu keluarga Alfarizi sedang berkumpul di ruang keluarga seusai sarapan dan semenjak Yasmin hamil ara selalu saja mengekor pada Yasmin ke manapun kecuali kamar.
Bahkan ara suka sekali mengelus-elus perut Yasmin seperti saat ini Yasmin bersandar di dada bidang arka dan sebelahnya lagi arah mengelus perut Yasmin sambil mata nya menonton televisi.
__ADS_1
Senja hanya membiarkan putri sulung nya itu untuk menemani Yasmin atau adik ipar nya itu, entah kenapa Ara sangat suka dengan orang hamil, saat dulu Senja hamil Ara juga sama perhatian dengan diri nya bahkan papi nya malah kalah dengan putri itu.
Senja dan Yasmin sangat bersyukur bisa mengenal Ara sosok gadis kecil yang kekurangan kasih sayang dan setelah mendapat kan kasih sayang dari mereka ber dua, Ara sangat posesif kepada mereka ber dua, saat di tanya oleh papi dan om nya Ada menjawab, ia sangat bahagia karena memiliki mama dan bunda yang sangat sayang sama dia, ia sudah tidak iri lagi melihat teman teman nya yang sering di antar jemput oleh ke dua orang tua nya.
Dulu Ara sering di antar berganti an dengan mama atau onty nya, tapi sekarang ia maklum karena mama baru saja melahirkan dan sekarang onty sedang hamil bahkan kembar, jadi kalau Ara hanya di antar oleh papi atau om nya saja sudah senang.
" kak Alvin, bagaimana dengan ayu?." Tanya Yasmin membuat semua mata mengalihkan pandangan nya kepada Yasmin dan Alvin.
" Gimana apa nya?." Tanya balik Alvin.
" dih kak Alvin mah gitu." Kata Yasmin cemberut.
" Padahal sudah dapat lampu hijau dari semua nya juga." Lanjut Yasmin, membuat Alvin paham kemana alur pertanyaan Yasmin.
" Alvin iya benar apa yang di katakan oleh Yasmin, Ayu anak nya baik kok, bunda lihat ia kelihatan nya menaruh hati sama kamu." Ucap Bunda.
Alvin menghela nafas nya pelan.
" Bun, perasaan itu tidak bisa di paksakan." Kata Alvin lirih.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...