Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 30


__ADS_3

Om dan papa hanya tidak ikut mendekat hanya sampai di pintu kamar saja, karena mereka ber dua hanya ingin memberi kan tempat untuk mama dan Tante menenangkan Aisyah.


Mata Tante Nova melihat alat kehamilan di tangan Aisyah yang berbetuk hati.


" Aisyah." Teriak Tante Nova dengan kencang.


Mereka semua yang mendengar teriakan Tante Nova langsung menatap nya, om dan papa akhir nya juga ikut mendekat.


" Bun, kamu itu apa apa sih, kenapa teriak teriak begitu." Ucap om Cahyo.


" Yah, Aisyah hamil yah, bunda berteriak karena bunda bahagia yah." Ucap Tante Nova.

__ADS_1


Semua yang mendengar ucapan dari Tante Nova langsung ikut menatap alat yang di pegang oleh Aisyah.


" Sayang." Ucap Zafran yang terkejut dengan kejutan barusan.


" Iya mas, adik menagis karena ini, Allah begitu murah hati kepada kita mas, dengan mudah Allah memberi kepercayaan kepada kita untuk menjaga amanah nya." Ucap Aisyah yang kembali menangis di dalam pelukan kan sang suami.


" Terima kasih Ya Allah, terima kasih atas semua ini." Ucap Zafran yang membalas pelukan sang istri, ia juga ikut menangis, ia sudah tidak perduli lagi dengan sekitar nya, yang ada keluarga istri nya itu, ia bahagia saat ini, beberapa bulan lagi, tanggung jawab nya akan bertambah lagi.


2 hari kemudian.


Semalam Zafran sudah mengantar sang istri untuk periksa ke dokter kandungan, siapa lagi kalau bukan ke Tante Nova sendiri, mereka semua ikut mengantar Aisyah periksa kehamilan nya, sebenar nya zafran keberatan akan hal itu, namun bagaimana lagi, mereka semua yang ikut adalah calon Oma dan opa dari calon anak nya.

__ADS_1


Tepat pukul 05.00 selepas sholat subuh semua pasukan sudah berdiri di lapangan dengan semua perlengkapan yang mereka bawa, kurang lebih 500 personil TNI AD telah bersiap untuk mengemban tugas negara di provinsi Papua, mereka semua meninggalkan anak, istri mereka selama 1 tahun, ibu ibu di sana saling berdoa agar posisi suami nya mendapatkan posisi yang ada sinyal, karena Aisyah pernah mendengar dari istri anggota, kalau suami dulu pernah juga tugas ke Papua tapi posisi nya sulit sinyal, kalau pun telepon harus menggunakan alat yang lebih canggih lagi, bahkan ada juga yang ibu ibu di sana cerita kalau saat itu posisi suami nya juga sulit sinyal, jadi kalau mau telpon harus menggantung ponsel nya di atas pohon dan suami nya duduk di salah satu ranting pohon tersebut, geser sedikit sinyal hilang sudah.


Aisyah hanya tersenyum dan semoga ia tidak merasakan dengan apa yang di rasakan oleh ibu ibu, kini Aisyah duduk dengan Tante Rosa, mereka juga sama sama hamil, tapi usai kehamilan nya lebih tua 1 Minggu dari Aisyah.


Mereka lebih akrab sejak Tante Rosa di ajak tinggal di dalam rumah dinas suami nya, mereka sering berbicara, keluar bersama, dan melaksanakan kegiatan Persit juga selalu bersama.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2