Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 269


__ADS_3

"Ha..kalian itu anak sama bapak nggak ada bedanya. Yang besar tu harusnya ngalah sama anak-anak." Ucap zafran dengan tertawa melihat perdebatan antara anak dan bapak di sampingnya.


"Om zafran, besok kalau besar Rio mau dong nikah sama Aya." Rengek Rio kepada Zafran.


"Boleh, tapi Rio harus sekolah dulu sampai Rio jadi kayak om dan Papa. Jadi nanti Rio bisa jaga Aya." Jawab zafran menenangkan Rio.


"Hore.. Rio boleh nikah sama Aya, tu pa dengerin, om aja ngebolehin nggak kayak papa yang nakal sama Rio."ucap Rio


"Aya besok Rio mau jadi kayak papa biar bisa jaga Aya dari anak-anak yang sering ganggu Aya ya." Tambah Rio memohon kepada Aya.


"Ya Lio, nanti Lio halus jadi kayak daddy sama om bial bisa jaga Aya." Jawab Aya.


"Sepertinya besok kita jadi besanan beneran deh suh, tu cebong ngebet banget sama anakmu." Ucap Radit yang sebel dengan tingkah putranya.


"Ni anak reseknya kok melebihi gue ya, emang benar-benar keturunan gue nih." Tambah Radit di dalam hatinya.


"Yang penting tu Rio jangan sampai nurunin playboy kayak kamu." Jawab Zafran.


"Ha..ha.,kalau itu aku nggak jamin Suh. Dirimu lihat Rio wajahnya yang tampan mewarisi kegantenganku. Jadi ya lihat saja besok." Kekeh Radit.


"Terserah dah Suh,.." Jawab Zafran

__ADS_1


💔💔💔💔💔


3 hari sudah kondisi Fajar masih tetap sama berada di ruang ICU, Nita masih setia untuk menemani Fajar, meskipun hati nya sudah terluka, bahkan dia sengaja mengambil cuti dari rah sakit tempat dia bekerja, semua di sana mengetahui kalau suami dari dokter Nita telah mengalami kecelakaan, jadi rekan dokter memaklumi nya, sedangkan pihak rumah sakit juga memberi waktu untuk merawat suami nya.


Tap tap tap.


Langkah seseorang menuju ke arah Nita berada.


" permisi bu, pasien atas nama Mona sudah sadar, dan pasien ingin bertemu dengan ibu " ucap suster yang bernama Mira


Deg...


Jantung Nita berdetak begitu kencang, ia mengira kalau suami yang sudah sadar namun ternyata teman sekaligus selingkuhan dari suami.


Setelah kepergian suster Mira, Nita berdiri lalu menarik nafas panjang dan menghembuskan secara berat.


" Bismillah, Ya Allah lindungilah hamba, dan kuat kan hamba, semoga nanti saat di dalam sana, hamba tidak marah kepada dia." Ucap Nita dalam hati nya


Ceklek.


Pintu kamar Mona terbuka.

__ADS_1


Di dalam ruangan Mona langsung membuka mata nya saat ada seseorang yang membuka pintu ruangan nya


" Nit." Panggil Mona.


Nita berjalan menuju tempat tidur Mona.


" Maaf." Ucap Mona lagi.


Nita masih diam dan hanya mengeluarkan senyum manis nya, tapi tidak bisa di pungkiri lagi, kalau senyuman Nita itu menyiratkan kekecewaan yang begitu mendalam, bahkan dari mata nya saja sudah terlihat kalau Nita sangat kecewa kepad diri nya.


" Nit." Panggil Mona lagi sambil memegang mencoba tangan Nita dengan bangkit dari tidur nya.


" Berbaring saja, tidak usah duduk." Jawab Nita sambil merebahkan tubuh Mona lagi.


" kamu istirahat saja, tenang kan diri kamu, dan perlu kamu ingat, jaga kandungan kamu, jangan sampai dia kenapa kenapa." Ucap Nita kepada Mona.


Mona terkejut, karena Nita mengetahui tentang kehamilan nya


" Nit, akuuu...." Ucap Mona terputus.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


__ADS_2