Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 281


__ADS_3

Tidak ada rasa canggung ataupun di buat-buat untuk menghidupkan suasana.


"Coba deh mas lihat Sana, itu Rio nampak sekali menjaga putri kita di waktu bermain."Panggil El kepada zafran dengan menunjuk keberadaan Aya dan Rio.


Disana Rio sedang mengawasi Aya bermain di prosotan . Dimana Rio menunggu Aya di bawah prosotan untuk memastikan Aya bermain dengan baik.


"Halo, namaku Devan. Ayo maen sama aku." Ucap anak laki-laki seusia Rio kepada Aya. "Halo Devan, namaku Aya." Jawab Aya yang akan naik prosotan kembali.


"Senang kenal sama kamu Aya." Tambah Devan dengan tersenyum.


Karena tidak menemukan Aya di atas perosotan, akhirnya Rio berinisiatif menyusul Aya. Rio berjalan kebelakang menuju tempat naik untuk perosotan.


Dan dia melihat Aya sedang berbicara dengan anak laki-laki seusia nya.


"Aya, Rio tunggu dari tadi kok nggak turun-turun sih. " Rengek Rio.


"Aku lagi bicala sama Devan Lio." Jawab Aya.


Rio pun melihat kearah Devan yang dekat dengan Aya. Dia pun menampakkan wajah tak sukanya kepada Devan yang mendekati Aya.


"Aya ayo kita maen kesana aja." Ajak Rio kepada Aya dengan menarik tangan Aya.

__ADS_1


"Bental Lio, Aya kan masih mau maen pelosotan." Tolak Aya dengan tetap berdiri di samping perosotan.


"Tapi di sini ramai, nanti kamu lama dapat giliran untuk naik ke perosotan." Sanggah Rio untuk membujuk Aya.


"Ya udah kamu maen kesana aja, biar aku maen sama Aya." Bujuk Devan.


"Enak saja, Aya itu teman aku bukan teman kamu. Jadi di harus maennya sama aku bukan kamu." Jawab Rio dengan menampakkan sifat keposesifannya.


"Lio kok gitu sih, kata mommy, Aya nggak boleh pilih-pilih teman. Telus tadi kan Devan nggak nakal sama Aya. Jadi nggak apa apa kita maen baleng sama Devan." Ucap Aya.


"Tapi aku nggak mau maen sama dia Aya." Tolak Rio dengan menunjuk wajah Devan dengan jari telunjuknya.


Kemudian dia bersedekap dengan tatapan benci mengarah kepada Devan.


"Ayo kita maen kesana saja." Ajak Rio dengan menarik tangan kanan kiri Aya.


Tapi Devan tidak tinggal diam, dia pun menarik tangan sebelah kanan Aya karena dia juga ingin bermain bersama Aya.


"Tadi kan Aya udah bilang mau maen sama aku. Jadi Aya sekarang maen sama aku."Ucap Devan melawan Rio.


"Nggak Aya maen sama aku." Tolak Rio dengan menarik Aya.

__ADS_1


"Dia maen sama aku." Tambah Devan.


"Aku.... aku.. aku." Ucap Rio dan Devan yang saling berebut.


Aya yang merasa tangannya sakit karena di tarik-tarik Devan dan Rio pun menangis.


"Mommy.... tangan Aya sakit.Hiks..hiks.." Tangis Aya pun pecah.


" Daddy itu lihat Aya di buat rebutan. Daddy kesana gih kasihan Aya nya." Ucap El yang melihat putrinya sebagai bahan rebutan dari tempatnya berteduh.


"Mana mom."Jawab zafran.


"Aduh itu anak ku kok di gituin. Tu Suh anak mu ngapain anak aku." Ucap zafran kepada Radit.


"Waduh tu kecebong ngapain lagi. Ayo kita kesana aja."Jawab Radit. Zafran dan Radit berlari untuk menghampiri Rio dan Aya.


"Rio...hentikan." Bentak Radit kepada Rio setelah zafran dan Radit sampai di dekat Aya dan Rio.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2