Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 23


__ADS_3

" Ok girl, kita makan sama sama ya." Jawab Langit. Langit mendudukkan anak nya di baby chair, di geser nya kursi itu agar berdampingan dengan kursi nya, ia pun makan sambil menyuapi anak nya itu secara bergantian.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Pukul 20.00 malam, terdengar suara klakson mobil di luar pagar rumah. Pak Asep segera membuka pintu pagar agar mobil nyonya nya bisa masuk.


" Pak, masukkan mobil nya ke garasi ya, jangan lupa Kunci pintu gerbang nya." Titah Devi ke pak Asep sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.


Suasana rumah yang lenggang, Devi langsung menuju kamar nya di lantai 2.


Ceklek...


Pintu kamar di buka, ia melihat suami nya sedang fokus dengan laptop nya.


" Sayang aku pulang." Sambil Devi melangkah mencium pipi Langit, Ara sudah tidur kah?." Tanya Devi pada suami nya.


"Lihat saja sendiri." Jawab Langit tanpa menoleh kan wajah nya kepada sang istri.

__ADS_1


Devi melangkah ke arah box bayi, di lihat nya Ara sedang terlelap lalu ia cium pipi anak nya itu


" Besok aku ada kunjungan ke 2 tempat, Ara tidak ada yang jaga karena mama sama papa akan pergi sedangkan ayah dan bunda juga sedang pulang ke Surabaya, kamu bisa bawa Ara ke kantor?." Tanya Langit sambil menutup laptop nya.


" Ha, mana bisa sayang, aku kan karyawan bukan bos, tidak bisa lah kerja sambil bawa anak." Jawab Devi.


" Kalau begitu kamu tidak usah kerja, di rumah saja ngurus Ara saja, uang ku sudah lebih cukup untuk menafkahi kamu." Ucap Langit dengan nada sedikit tegas.


Entahlah, Langit merasa malam ini sangat kesal, mood nya tiba tiba sangat buruk melihat istri nya yang baru pulang.


" Sayang, cukup ya aku capek, jangan ngebahas itu lagi." Devi yang kesal pun pergi berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi Devi mengganti pakaian nya dengan piyama tidur, ia melangkah mendekati suami nya yang sedang duduk menyandarkan punggung nya ditumpukkan bantal.


" Jadi Ara akan di titipkan sama siapa sayang?." Tanya Devi.


" Aku akan menitipkan ke anak nya pak Asep." Jawab Langit.

__ADS_1


" Tapi tidak galak kan orang nya sayang, bisa jagain tidak?." Cecar Devi.


" aku percaya sama pak Asep, lagi pula aku kenal anak nya juga, ya meskipun kenal nya dulu masih kecil dan sering di ajak ke rumah ayah." jawab Langit.


Lampu kamar di matikan berganti lampu tidur yang temaran, saat nya ia mengistirahatkan raga untuk esok yang lebih baik.


Suara Adzan subuh berkumandang Langit dari tidur nyenyak nya, sebentar mengumpulkan kesadaran yang masih berserakan di ubun ubun kepala, lalu ia segera bangkit menuju kamar mandi untuk wudhu, bergegas berganti pakaian dengan baju Koko karena akan menunaikan sholat subuh di masjid.


Di colek nya pinggang sang istri nya agar segera bangun.


" Sayang bangun, sholat dulu gih, aku mau ke masjid." Ucap Langit. Devi menggeliat karena colekkan Langit membuat nya geli.


" Iya bentar lagi sayang " ujar Devi dengan suara serak sambil mata nya tetap terpejam.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2