
Tepat pukul 07.30 Ran sudah berpenampilan seragam lengkap, tubuh tinggi 185 cm, serta berkulit kuning Langsat, tidak lupa RAN juga memiliki hidung mancung serta lesung pipi yang membuat para wanita klepek klepek saat melihat senyum dari nya, ia berjalan menuju lapangan, dimana itu adalah lapangan untuk melaksanakan apel pagi serta upacara bendera, eits upacara tidak hanya di laksanakan anak anak sekolah ya.
Harum parfum sang komandan menyeruap di sepanjang jalan, ibu ibu Persit yang melihat sosok bertubuh tegap serta manis itu langsung bersorak, ya meskipun mereka sudah mempunyai suami, tapi mereka tidak henti henti nya mengagumi sosok Zhafran, atau Ran. ( Author akan panggil nama Zafran saat di tempat kerja ya, dan RAN kalau sedang berkumpul di rumah, ingat ya kakak kakak semua, jangan sampai nanti ada yang coment kalau saya tidak konsisten, terima kasih.)
Bahkan ibu ibu Persit yang baru saja melahirkan tidak tanggung tanggung, ada 3 orang ibu persit yang memberi nama seperti sama seperti nama komandan Zhafran, mereka selalu mengelus elus perut nya kalau komandan Zhafran melewati mereka, saat mereka hamil waktu itu.
1 jam sudah apel pagi serta upacara telah selesai di laksanakan, Saat ini Zhafran sedang berada di kantin untuk memesan makan pagi, biasa bujangan pasti tidak akan masak, mereka pasti memilih untuk beli
__ADS_1
" Su ( panggilan untuk para Perwira yang 1 angkatan) tumben lu pesen bubur ayam?." Tanya Dimas yang duduk di sebelah kursi Zhafran dan di ikuti oleh Amar.
Ya di tempat dinas ini Zafran memilih 2 sahabat, mereka bersahabat sejak pendidik, mereka ber tiga selalu di tempat kan 1 tempat, entah itu kebetulan atau apa.
Alga Dimas Agatha, dia berasal dari kota Malang, dia termaksud putra dari seorang pengusaha, bahkan om om nya dan ayah nya juga mengenal baik dengan papa nya dimas, Dimas adalah putra tunggal dari keluarga Agatha, namun papa nya sama dengan ayah nya, tidak pernah memaksa untuk mengikuti jejak orang tua nya.
Amar pernah menolak namun zafran malah memilih langsung menghampiri amar dan akhir nya mereka saling berbicara, amar selalu diam, dia malu dengan kondisi saat ini, namun Zhafran dan Dimas tidak pernah mempermasalahkan itu, setiap hari mereka ber tiga selalu bersama akhir nya Amar mulai sedikit terbuka dan akhir nya Zhafran dan Dimas tahu kalau Amar selama ini malu apalagi pekerjaan ayah nya adalah seorang pemulung, dan ibu nya penjual gorengan yang setiap hari di titipkan di warung warung dekat rumah namu itu tidak membuat Zhafran dan Dimas meninggalkan amar begitu tahu kehidupan amar dulu saat ia belum menjadi seorang abdi negara.
__ADS_1
Amar bisa di terima sebagai Akmil TNI AD Karena prestasi nya, ayah dan ibu nya sangat bangga setelah tahu kalau putra nya menjadi seorang abdi negara.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih. ...
__ADS_1