
π© Tania
"Yelah seserius apa sih sampai buat Tania cantik ini penasaran."
π€ Me
"Lebay banget sih dirimu, inget tu udah punya buntut."
π© Tania.
"Meskipun udah punya buntut diriku masih aduhay bok."
π© Tania.
"Udah deh lo mo curhat apa cepetan, mumpung anak ku lagi bobok ganteng*."
π€ Me.
"Tadi aku ketemu Rahman Tan....
π© Tania.
"Terus?"
π€ Me
"Ih kok terus sih."
π© Tania.
"kan gue nggak tahu lo ketemu dia dan bicara apa."
π€ Me
"Dia minta maaf dan minta aku ngasih kesempatan dia memperbaiki semuanya."
π© Tania.
__ADS_1
"Dan dirimu luluh gitu mi ngasih dia kesempatan ?"
π€ Me
"Ya nggak kali Tan, dirimu kan kenal diriku mana mungkin aky balikan lagi ma dia. Kamu tahu sendiri cintaku untuk siapa. Memang benar sih dulu aku pernah cinta ma dia sebelum dis nyakitin hati aku."
π© Tania
"La itu sudah jelas cintamu untuk siapa, udah jelas kamu nggak kan mungkin balikan sama dia karena dirimu cintanya sama abang zafran Sekarang masalahnya apa ?"
π€ Me
"Maksud aku, aku mo minta pendapat kamu ni. Apa aku perlu bicara sama mas Andra tentang pertemuan tidak sengaja dengan dia ?"
π© Tania. "Kalau menurutku lo mending jujur deh dari pada suatu saat jadi bomerang untuk hubungan kalian. Kan kita tidak tau apa yang akan terjadi esok kepada kita."
π€ Me
"Aku juga berfikir gitu Tan, aku ingin memulai hubungan ini dengan kejujuran tanpa bayangan masa lalu. Apalagi saat ini aku udah menemukan kembali cinta pertama aku."
π©Tania.
π© Tania.
"Ha hha ha, kalau itu besok ada saatnya aku jujur tentang masa itu Ya udah ni Brian udah bangun, pokoknya aku akan slalu mendukung apa yang terbaik untuk mu beb."
π€ Me.
"Makasih ya, emang diri mu yang ter the best.
El meletakkan ponsel ya datas meja samping toat tidur nya.
setelah mengirim pesan terakhir untuk Tania. Perasaan El sekarang lebih baik setelah mengeluarkan unek-unek nya kepada sahabat yang selalu ada untuknya.
Sudah seminggu ini hubungan El dan Zafran sedikit renggang. El setiap hari mengirim pesan untuk zafran awalnya dibaca tapi kemudian tidak pernah di baca maupun di balas.
Ada rasa takut untuk El yang pernah juga mengalami hubungan LDR dengan masa lalunya yang menyakitkan.
__ADS_1
Kepercayaan yang dia jaga harus di balas dengan sebuah pengkhianatan.
"Kok mas Andra nggak balas pesanku ya?",tanya El pada dirinya.
"Semoga tidak ada masalah apa-apa. Positif thinking Salma calon suamimu tidak seperti mantanmu. " El berbicara untuk menyemangati dirinya sendiri.
Tok..tok...tok.
Pintu kamar Salma di ketuk dari luar
"Nak kamu jadi ke rumah calon mertua mu?" Tanya ibu dari luar kamar.
El turun dari tempat tidur nya dan menuju pintu untuk membukanya.
Ceklek...
"Jadi bu nanti agak siangan." Jawab El setelah pintu terbuka.
"Ya udah nanti itu ada pisang Ambon satu sisir dan brownies yang di buat kemarin kamu bawa sekalian kesana." Pinta ibu kepada El.
"Siap bu, ini El mau siap-siap dulu." Jawab El
"Ya udah ibu ke bawah dulu mo melanjutkan menanam sawi di belakang." Pamit ibu.
Ibu berjalan menuruni tangga menuju teman belakang dimana ada sepetak tanah kosong yang dimanfaatkan beliau untuk menanam sayuran.
Sedangkan El menutup kembali pintu dan bersiap untuk mandi. Kemarin Aya menelpon El. Dia kangen dengan mommy nya dikarenakan satu minggu kemarin El di sibukkan dengan kegiatan di sekolahnya.
Akhirnya El menjanjikan Aya untuk mengunjungi nya di hari minggu. Setelah selesai bersiap-siap, El turun ke lantai bawah untuk mengambil pisang dan brownies yang akan dia bawa ke rumah Aya.
Sebelum berangkat, El pamit dengan ibu dan ayahnya yang sedang asyik berkebun di taman belakang.
El mengendarai sepeda motor menyusuri jalan menuju ke rumah Aya. Tidak lupa buah tangan yang ia bawa di taruh di depan.
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....