
" Bu, hari ini mau masak apa Bu?." Tanya El kepada ibu nya, setelah ia sampai di dapur.
" Masak tumis buncis saja sama dadar telur." Jawab Bu Sinta.
" El, usia kamu sudah tidak muda lagi, coba kamu berfikir untuk masa depan mu. Ibu dan bapak ingin cepat melihat kamu menikah dan mempunyai anak, usia manusia tidak ada yang tahu El. Mumpung ibu dan bapak masih sehat, cepatlah menikah." Ucap Bu Sinta kepada putri nya.
" Ibu ini bicara apa, El juga ingin cepat menikah Bu, tapi kan El belum bertemu yang cocok, El takut bu, kalau asal milih nanti seperti yang dulu." Jawab El sambil memotong cabe, El menundukkan kepala nya dengan air mata, masa lalu nya sangat menorehkan luka yang terlalu dalam bagi nya.
" Nduk laki laki tidak semua seperti Rahman, masih banyak yang baik, tapi coba lah kamu buka hati kamu, nak Anton itu baik, coba kamu terima dia." Ucap ibu sambil memegang pundak El.
Anton adalah teman guru El tetapi berbeda sekolah, dia pernah beberapa kali main ke rumah El untuk mencoba mendekati nya, karena masa lalu nya yang belum bisa dia lupakan membuat El mempertimbangkan kembali, apalagi El mendapatkan info tentang Anton yang beberapa kali teman nya melihat dia berjalan dengan wanita lain, itu salah satu penyebab El tidak menerima Anton.
__ADS_1
" Wah harum sekali masak apa ini Bu, El." Pak Handoko yang masuk ke dapur.
" Ayah ini ngagetin saja, ini masak tumis buncis dan telur, nduk coba itu kamu tata sayur dan lauk nya di meja makan." Ucap ibu.
" Iya Bu, bapak mau minum kopi atau teh yah?." Tawar El kepada ayah.
" Teh saya nak, gula nya sedikit saja ya." Pinta ayah.
" Kamu berangkat jam berapa, mau bareng sama ayah atau naik motor sendiri " tanya ayah sambil mendudukkan diri nya ke kursi di meja makan..
Pak Handoko dan ibu Sinta adalah orang El pak Handoko bekerja di kantor pemerintahan, sedangkan Bu Sinta adalah ibu rumah tangga, pak Handoko masih 2 tahun lagi untuk pensiun, beliau adalah sosok ayah yang tegas, tapi sangat sayang dengan keluarga, beliau rendah hati dan sangat mengayomi keluarga nya.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, El pamit kepada ke dua orang tua nya untuk berangkat menuju ke sekolah.
" Yah, ibu, El pamit berangkat dulu, Assalamualaikum." Ucap El, lalu pamit sambil mencium punggung tangan ke dua orang tua nya.
El mengendarai motor matic hasil jerih payahnya mengajar menuju ke sekolah. Kurang lebih 30 menit perjalanan menuju ke sekolah. dia mengendarai dengan kecepatan sedang, hari ini jalan menuju ke sekolah seperti biasa nya sedikit macet.
Jam seperti ini biasa nya banyak yang berebut untuk cepat menuju tempat kerjaan dan sekolah mereka. Ada beberapa polisi di pinggir jalan yang mengatur jalan nya lalu lintas agar berjalan lancar.
Setelah sampai, El memakirkan motor nya di tempat parkir khusus guru, dan berjalan untuk menuju ruang guru yang tidak jauh dari parkiran itu.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....