
"Siap komandan,nanti sambalnya buat sedang saja deh. Mas mo di masakin apa?"
"Siap komandan, nanti sambalnya buat sedang saja deh dan di masakin apa?" Tanya El.
"Apapun yang di masakin adik pasti mas makan kok." El pun tersenyum mendengar jawaban suaminya.
Zafran adalah seorang suami yang tidak rewel masalah makanan. Apa pun masakan yang El masak pasti akan dia makan tanpa mengeluh jika ter kadang masakannya keasinan.
Ditempat yang lain, ada dua perempuan yang duduk saling berhadapan di sebuah kafe.
Dia adalah Nita bersama sahabat sewaktu SMA nya Riri. Mereka sedang berbincang-bincang tentang rencana usaha yang akan mereka rintis bersama.
"Nit, kemarin aku udah cek lokasi yang akan kita buat klinik, dan menurutku tempatnya cukup strategis." Ucap Riri dengan menyesal Milk shake stroberi pesanannya.
"Aku ngikut kamu aja deh Ri, kan dirimu yang sudah lama terjun di usaha ini. So, pasti kamu lebih paham deh tentang apa yang kita perlukan."Jawab Nita.
Ya, Riri adalah seorang dokter kecantikan. Dia sudah cukup lama berkecimbung di usaha ini.
__ADS_1
Dan saat ini join dengan Nita,mereka akan membuka cabang klinik lagi.
Apalagi Riri yang sudah terkenal sebagai dokter kecantikan yang hasilnya memuaskan, membuat Nita mempercayakan modalnya untuk bergabung bersama Nita.
"Oh ya Nit, bagaimana kabar suami kamu. Aku kok jarang deh lihat kamu jalan berdua sama suamimu." Ucap Nita yang sebenarnya ada maksud tertentu.
"Kabar kami baik-baik saja Ri, dan masalah aku yang jarang jalan berdua sama mas Fajar karena memang suamiku sering dinas luar. Dan kamu tahu sendiri jam kerjaku di rumah sakit. Jadi wajar kami jarang pergi bersama." Jawab Nita.
Sebenarnya Nita pun merasakan hubungan yang hambar dengan Fajar, selama ini mereka jarang bertemu karena kesibukan mereka masing-masing.
Sehingga dua akan menghabiskan waktu bersama teman-teman di saat libur.
"Syukur deh kalau kalian baik-baik saja. By the way,gimana kabar sahabatmu si Mona?" Tambah Riri.
Sebenarnya, kemarin dia sempat melihat Fajar bersama sahabat Nita yaitu Mona di hotel tepat depan kafe yang sedang dia dan Nita kunjungi.
Awalnya, Riri akan mengajak Nita untuk meninjau tempat untuk membuka usaha mereka, tapi karena melihat suami beserta sahabat dari Nita berdua masuk ke hotel tersebut membuat Riri merubah rencana bertemu Nita disini.
__ADS_1
Tidak ada kebetulan jika seorang laki-laki dan perempuan pergi bersama dengan mesranya masuk ke dalam hotel.
Riri mengira jika perempuan tersebut adalah sahabatnya Nita, untung dia belum memanggilnya karena ketika sekilas menengok, Riri dapat melihat wajah perempuan tersebut.
Karena beberapa kali bertemu Mona, Riri pun mengenalnya.
"lya Ri, kami baik-baik saja. Oh ya terus masalah peralatan untuk klinik gimana Rİ?" Tanya Nita untuk mengalihkan
"Itu sudah beres Nit, kan aku udah punya satu klinik jadi aku udah punya kenalan buat yang jual peralatan di klinik dengan kualitas bagus dan alat yang cangkih pula. Jadi nanti juga hasilnya memuaskan buat konsumen."Jelas Riri yang sudah begitu paham dengan masalah klinik ini.
"Aku percaya deh sama kamu yang udah pakar nya. Ni aja muka ku bagus banget hasil kerjamu, Jadi nggak salah deh aku bekerja sama dengan kamu Ri "Jawab Nita dengan menunjuk wajah mulusnya.....
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1