
" Kalian itu apa tidak bisa bicara nya pakai rem, kasihan pasangan kalian, kalau kalian berdua di ajak ke acara penting terus bicara nya tidak di filter mau di taruh dimana muka pasangan kalian, pasti nya sangat malu." ucap ibu.
" Dek, kamu bisa tidak periksa kakak tidak?." Tanya Amel kakak perempuan Ray.
" Lho kakak kenapa?." Tanya balik Mesya.
" Kak kamu sama Syasya kan sama sama dokter kenapa minta tolong sama istri ku?." Tanya Ray yang menyela ucapan kakak nya dengan istri nya.
" Bang." Ucap Mesya yang memperingatkan suami nya karena tidak suka dengan sikap nya.
" Kamu itu Ray, jangan pelit kenapa sama kakak, kakak itu lagi kram perut nya dan ini sering juga, terus kalau kita sama sama berprofesi dokter apa tidak boleh periksa, sudah dek jangan hiraukan suami kamu, kakak minta tolong ya, ini perut kakak tidak enak, sebenar nya kakak sudah menghubungi teman kakak yang dokter kandungan, tapi dia sedang pergi keluar kota dengan keluarga nya." Ucap Amel.
" In Sya Allah ya kak, nanti Syasya telp mommy Syasya kalau tidak bisa menemukan penyebab nya, maaf ya kak, Syasya spesialis anak." Ucap Mesya merasa tidak enak dengan kakak ipar nya.
" Tidak apa apa dek, terima kasih ya." Ucap Amel.
__ADS_1
" Iya kak sama sama." Jawab Mesya.
" Sayang apa benar kamu bisa meriksa kandungan kak Amel?." tanya Ray.
" In Sya Allah bang, dulu adek sama bang Irsyad sering ikut mommy ke RS, jadi secara tidak langsung Syasya belajar juga." jawab Mesya
Setelah itu mereka semua masuk ke dalam kamar mereka masing masing.
Ceklek, pintu kamar terbuka, masuk lah mereka berdua ke dalam kamar, Ray seketika tanpa aba aba langsung memeluk istri nya dari belakang, Mesya yang sedang membuka hijab nya kaget dengan perlakuan suami nya.
" Emmm biar kan sebentar begini dulu ya sayang?, sayang kak Amel cantik ya hamil begitu?, sayang ingin tidak seperti kak Amel gitu?." Tanya Ray dengan masih setia memeluk Mesya dari belakang sambil meletak kan dagu nya di bahu Mesya.
Pertanyaan Ray membuat Mesya tersenyum, ia sangat mengerti keinginan suami nya agar segera hamil.
" Iya bang kak Amel cantik, pengen banget lah bang, kita usaha dulu saja ya bang, kita nikah juga baru 2 minggu bang, masak iya langsung isi gitu." Jawab Mesya yang memutar badan nya menghadap ke suami nya.
__ADS_1
" Kita usaha sekarang sayang. Ucap Ray to the point.
" Nanti malam ya bang, tadi kan sudah janji sama kak Amel untuk memeriksa kandungan nya dulu sayang. "Jawab Mesya dengan penuh kelembutan pada suami nya.
Kini Mesya dan Ray telah selesai mandi dan melaksanakan sholat Magrib berjamaah setelah itu turun menuju meja makan, saat turun mereka mampir terlebih dahulu ke kamar Amel seperti janji Mesya sebelum nya, dengan membawa alat untuk memeriksa kandungan kakak ipar nya itu.
Tok tok tok.
" Kak." suara Ray memanggil kakak nya.
" Iya Ray masuk saja." Jawab Amel dari dalam kamar. Ceklek. Loh kamu kenapa kak?." Tanya Ray kepada kakak nya karena posisi nya saat ini seperti menahan sakit dan ada Zein suami dari Amel di sebelah nya yang sedang mengelus elus perut istri nya dengan posisi Amel duduk selonjoran di atas tempat tidur dan kepala nya bersandar di kepala ranjang, sementara Zein berjongkok di lantai
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...