
"Ha..ha., masih ingat saja kamu suh. Wajarlah dulu aku playboy secara wajahku yang tampan ini mana mungkin tidak ada yang naksir sama diriku." Ucap Radit dengan PD nya.
"lya playboy, tapi ingat juga tu waktu di gampar mantan kamu di Mal di kota saat kita menempuh pendidikan yang naasnya dirimu jalan sama cewek mu yang lain tapi malah ketahuan ,masih ingat nggak tu waktu IB. Ha ha ha.." Ledek Zafran.
"Nggak usah ngingetin itu deh bikin badmood saja, gara-gara si cewek bar-bar itu ya, aku jadi di hukum waktu kembali ke asrama." Jawab Radit dengan menerawang masa kesialan dia.
"Ha. ha.., kalau nggak ada kejadian itu pasti saat ini sifat playboymu masih ada." Jawab zafran.
"Ada syukurnya juga sih aku di labrak sama mantan dan di hukum di asrama, aku kan jadi laki-laki alim." Ucap Radit dengan tersenyum PDnya.
"Kan sekarang kamu sudah dapat pawang nya, beruntung tu suh dapat istri seperti mbak Rosa." Tambah zafran
"La itu keberuntungan ku setelah insaf ketemu gadis cantik seperti istriku." Puji Radit kepada istrinya.
"Tapi kamu juga beruntung loh suh dapat istri mbak El yang mau menerima kamu dan putrimu apa adanya." Tambah Radit memuji El.
__ADS_1
Dulu Radit tahu cerita cinta Zafran dengan almarhumah istrinya Aisyah.
Zafran dari dulu sudah terkenal alim dan tidak neko-neko. Apalagi dulu banyak cewek-cewek yang mengejar mereka dengan seragam yang membuat mereka gagah ketika pendidikan.
" Ya suh, aku juga berfikir seperti itu. Aku sangat beruntung dapat istriku. Tidak hanya cantik, tapi dia juga sangat sholehah." Jawab zafran.
"Sifatnya pun hampir sama dengan Almarhumah istrimu suh. Sama-sama baik dan sabar. Beruntung nya dirimu." Tambah Radit.
"lya suh, awalnya aku nggak terlalu paham dengan sifat istriku. Semakin kesini, aku menjadi paham dan tahu sifat asli istriku. Bodoh orang yang pernah menyia-nyiakan dia sebelumnya, membuang berlian untuk mendapat seonggah batu. Tapi aku harus berterimakasih pada mantan istriku, kalau bukan karena dia mengkhianati istriku pasti saat ini aku tidak akan bersatu dengan istriku." Ucap Zafran
"Benar suh dulu sebelum kami menikah, istriku pernah di khianati sampai membuat dia menutup pintu hatinya untuk laki-laki. Makanya saat ini aku beruntung dapat dia." Jelas Zafran.
"Itu cowok bodoh banget, padahal istrimu itu tidak hanya cantik dari luar tapi cantik juga dari dalam. Terus kenapa mbak El bisa buka hati untuk dirimu suh?" Tanya Radit yang penasaran.
"Ternyata dulu sebelum aku kenal istriku, di masa lampau kita pernah ketemu dan dia sudah jatuh hati padaku, aku pun begitu saat pertama kali bertemu. Mungkin memang kita jodoh Suh, sejauh mana Allah memisahkan kita dengan waktu yang lama akhirnya bertemu kembali dengan ikatan yang di ridhoi Allah."Jelas Zafran dengan tersenyum.
__ADS_1
"Benar-benar jodoh kalau begitu suh." Jawab Radit dengan menepuk pundak zafran. Pembicaraan mereka terhenti setelah mendengar teriakan Rio dan Aya yang memanggil mereka.
"Papa, besok kalau besar Rio mau menikah sama Aya biar kayak papa dan mama." Lapor Rio setelah mendekati papanya.
"Bused dah ni anak, he bocil masih kecil bilang-bilang nikah. Sekolah dulu tu yang pintar. Terus memangnya Aya mau sama Rio yang jail ini?" Tanya Radit yang kaget dengan ucapan putranya.
"Kan Rio sudah sekolah pa, terus Rio juga sudah pinter." Jawab Rio dengan keras kepalanya.
Sedangkan Aya hanya mendengarkan karena dia tidak paham dengan duduk di pangkuan Daddy nya.
"lya udah pintar gangguin anak orang." Jawab Radit sengit.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....