
Mesya dan ibu berjalan sambil berbicara dan sekali kali tertawa, orang yang melihat nya pasti tidak akan mengira kalau mereka adalah mertua dan menantu.
Ibu yang sejak mengenal Mesya, merasa ikut bahagia juga, Mesya dan Fina sangat jauh berbeda, dulu saat mengenal Fina, ibu dan Fina tidak bisa langsung seakrab ini, ibu sangat yakin atas apa pilihan putra nya, ibu sempat merasa bersalah pada Ray, karena pernah menjodohkan Ray dengan Fina, bahkan Fina sudah hamil duluan sebelum menikah dengan Ray, tapi kini ibu juga menerima Langit sebagai cucu nya, sekarang Langit menginap di rumah papa nya Adam, 2 bulan yang lalu Adam dan Siska menikah, tapi sampai sekarang Siska juga belum hamil, Adam sempat mengutarkan isi hati nya pada ibu ayah bahkan Ray apa ini karma karena dulu pernah berbuat yang tidak tidak pada Almarhumah Fina, jadi mulai sekarang Langit akan tinggal dengan Adam, Adam ingin menebus kesalahan nya pada Fina dulu.
Mesya dan ibu masuk ke dalam lif lalu ibu menekan tombol tombol angka 27.
" Loh bu kok lantai segitu, bukan nya kamar Mesya kan ada di 15." Ucap Mesya yang heran karena tadi pas ia di rias kamar yang di tempati itu lah kamar nya bersama sang suami dan barang barang mereka juga ada di kamar sebelum nya.
" Iya sayang, itu tadi kamar buat persiapan saja, kalau yang ini baru beneran kamar pengantin, jangan khawatir semua barang barang kamu dan Ray juga sudah ada di dalam, nah sudah sampai sayang, istirahat lah pasti capek kan seharian menyalami para tamu." Ucap ibu.
__ADS_1
" Iya bu terima kasih ya bu, ibu juga istirahat ya, kan ibu pasti capek juga." Ucap Mesya.
" Mesya sebelum nya ibu terima kasih ya sama kamu, kamu sudah mau menerima Ray, terima kasih sudah mau mendampingi putra ibu, terima kasih juga karena kamu bersedia menerima status putra ibu." Ucap ibu sambil memegang ke dua tangan Mesya, ibu mengucapkan kata demi kata hingga tidak terasa bulir bulir air mata membasahi ke dua pipi wanita paru baya tersebut.
" Ibu ini berbicara apa, justru Mesya yang seharus nya berterima kasih pada ibu dan ayah karena sudah mendidik abang sampai menjadi laki laki yang sangat lembut dan baik bu, Mesya juga mau berterima kasih karena ibu juga menerima Mesya sebagai menantu ibu dan mengijinkan Mesya mendampingi putra ibu dan ayah satu satu nya, Mesya merasa memiliki keluarga selain kelaurga Mesya yang ada di Surabaya, sayangi Mesya ya bu, apabila Mesya ada salah jangan malu untuk menegur Mesya." pinta Meysa
Mesya yang bingung dengan ucapan ibu barusan langsung berkata.
" Bu, ibu kan sudah ada Langit dari abang, kenapa ibu berbicara seperti itu?." tanya Mesya
__ADS_1
Ibu langsung merasa gugup setelah kelepasan kata kata dari bibir nya.
" Ibu tidak mau membuka aib seseorang nak, lebih baik kamu tunggu Ray yang berbicara, karena itu bukan wewenang ibu, ibu yakin sebentar lagi Ray akan mengatakan seseuatu pada kamu." ucap ibu dan Mensya langsung menganggukan kepala nya pertanda setuju.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1