
" Cepat bangun dan bereskan rumah, serta masak, aku ada urusan keluar sebentar, bila aku kembali dan kamu masih bermalas malasan, hmmm siap siap kamu terima hukuman nya " ucap Ajeng lalu pergi, ia tidak betah berlama lama berada di kamar sumpek, kumuh dan kumel milik Yasmin, ehhhh sungguh menjijikkan." Batin Ajeng.
Yasmin pun perlahan mulai beranjak dari tidur nya dan mulai membereskan rumah, meskipun berkali kali ia harus berhenti dan istirahat serta menahan dingin di sekujur tubuh nya dan pusing yang melanda di kepala nya, namun ia berusaha sekuat mungkin untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya.
Sekuat kuat nya Yasmin, setangguh tangguh nya Yasmin, ia tidak berani melawan ibu tiri nya itu, bukan tidak berani namun belum berani.
Yasmin bersumpah suatu saat nanti ia akan mengambil semua aset milik keluarga nya dan mendepak Ajeng serta ke dua saudara tiri nya itu dari rumah ini, namun kapan, entahlah, Yasmin belum tahu, yang ia tahu saat ini Yasmin harus berusaha menjadi orang sukses dulu baru ia bisa menyingkirkan Ajeng dan ke dua anak nya.
Setelah pekerjaan nya selesai Yasmin kembali merebahkan tubuh nya dan menyelimuti diri nya dengan selimut tebal, karena ia merasa semakin kedinginan, baru ia ingin memejamkan mata nya.
sebuah teriakkan dan sebuah benda melayang cantik tepat di wajah nya, Yasmin pun membuka mata nya dan melihat setumpuk baju di lemparkan kepada nya.
" Setrika sekarang karena aku mau pergi." Ucap Ani ketus.
__ADS_1
" Tapi kak, badan ku lagi sakit, aku lagi sakit, aku lelah kak." Kata Yasmin memelas pada Ani.
" Kamu pikir aku perduli gitu hah! Aku tidak mau tahu kamu setrika baju ku sekarang atau aku aduin ke ibu kalau kamu sekarang jadi pembangkang." Setelah mengucapkan itu Ani pergi dari kamar Yasmin.
" Ya Allah, mau sampai kapan semua ini akan berakhir hiks hiks hiks, ayah bunda, Yasmin kangen kalian, kenapa kalian tidak tega ninggalin Yasmin sendirian, kenapa kalian tidak membawa Yasmin untuk ikut bersama kalian hiks hiks." Yasmin menangis sesenggukan sambil menyetrika baju Ani dengan badan yang bergetar menahan dingin dan pusing.
Karena tidak kuat berdiri lama lama di saat kondisi seperti itu, Yasmin jatuh pingsan dengan posisi setrika masih menempel di baju Ani.
" Ibu kakakkak." Teriak nya lagi kepada ibu dan kakak nya yang tengah menikmati makanan.
" Ada apa sih teriak teriak hmmm." Ucap Ajeng lembut kepada Ana.
" Itu Bu lihat, Yasmin mau Bakar rumah ini." Kata Ana seketika Ajeng dan Ani melihat ke arah setrika yang sudah gosong dan hampir terbakar
__ADS_1
" Astaga! Dasar anak pemalas tidak berguna, sialan, kamu mau bakar rumah ini hah." Pekik Ajeng seraya menendang tubuh Yasmin yang telah tergeletak di lantai.
" Ibu baju ku gosong, padahal mau aku pakai untuk kuliah." Kata Ani mengadu kepada ibu nya lantaran baju nya kini tengah gosong di bagian tengah tengah baju nya.
Ajeng geram, ia segera melangkah ke dapur mengambil air dan kembali menyiramkan tepat di wajah Yasmin sehingga Yasmin kelabakan dan tersadar dengan kondisi semakin memprihatinkan.
" I....ibu." ucap Yasmin lirih
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1