
" Oke Bu bos. Gimana baby girl nya sudah bangun belum?." Tanya Cika.
Belum juga menjawab terdengar suara tangisan.
" Hua Hua hua." Senja dan Cika berlari masuk ke arah kamar, di lihat nya Ara duduk menangis sambil mengucek mata nya.
" Cup cup cup jangan menangis, ini ada kakak di sini!." Ucap Senja.
" Pi...Pi mana?." Tanya Ara.
" Nanti sore Papi kesini jemput adik, sekarang adik main sama kakak ya." Ucap Senja
" Adik jangan nangis lagi ya, nanti lihat gundul lagi." Lanjut Senja.
Ara yang masih menangis langsung berhenti tapi, masih terisak.
" Mo sundul hiks." Ucap Ara.
__ADS_1
" Iya habis ini ya, sekarang dedek pipis dulu ok." Senja turun dari kasur sambil menuntun Ara ke kamar mandi, di lepas kan celana dan diaper nya, ternyata masih kering tidak ngompol di celana nya.
" Ala mo Mama tata..." Ucap Ara.
" Oh Ara mau maem ya, sini yuk duduk di karpet, kakak siapin dulu ya makan nya." Ucap Senja.
Senja membongkar perbekalan yang ada di dalam tas Ara.
" Hmmm komplit ini mah, makanan empat sehat lima sempurna." Ucap Senja setelah melihat isi tas Ara.
" Beda sama kita ya, empat sehat lima gorengan." Sahut Cika, kedua nya langsung tertawa.
Langit POV.
Aku turun dari mobil sambil memangku Ara, berjalan menuju toko yang kata nya buka usaha online shop, sekilas ku lihat plang yang menempel di kaca. E2 collection.
" Hmmmm ada makna kah itu?." Batin Langit.
__ADS_1
Pak Asep sudah lebih dulu masuk ke dalam, aku dan Nina menyusul 10 menit kemudian, karena saat turun dari mobil ponsel ku berdering, mama dan papa mengabarkan bahwa mereka sudah berangkat ke perkebunan.
Ku buka pintu kaca toko dengan arah panah geser ke kiri, setelah berucap salam aku melihat ada 5 orang di dalam nya, yang 2 orang tampak sibuk dengan kegiatan bungkus membungkus barang seperti nya isi nya baju, entah lah baju model apa.
Ku lihat tiga orang yang sedang berdiri, salah satu nya pak Asep, dua orang lagi perempuan berhijab yang pasti nya salah satu nya adalah putri pak Asep, belum bisa ku tebak orang nya yang mana karena saat masuk mereka berdua kelihatan melongo malahan yang satu nya mulut nya sampai menganga, aku sampai mengkerut kan dahi ku, aku heran dengan tingkah laku ku saat itu.
Saat pak Asep memperkenal kan aku pada mereka, ku lihat senyum ramah mereka pada aku, dan ah bisa aku tebak yang tersenyum dengan pipi lesung nya itu pasti Senja putri dari pak Asep.
Spontan hati ku berkata " Cantik." setelah melihat wajah dan senyuman nya
Eh... Dulu saat kecil sampai SMP terakhir aku bertemu dengan nya, aku hobi sekali menjahili nya sampai sampai dia mau nangis, aku gemas sama lesung pipi nya, manis sekali kalau dia tersenyum.
Pak Asep dan mbak Tia eh keliru Bu Tia kalau hari Minggu selalu membawa Senja ke rumah bunda terkadang juga rumah mama untuk membantu papa atau ayah menyemai bibit buah dan sayuran, oh ya, aku sampai lupa kalau.....
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...