
arka langsung men... ci....um bibir Yasmin dengan lembut, lama kelamaan ciu.... man itu berubah menjadi lu.... ma..... Tan lu.... ma..... Tan lembut, lalu li.... dah mereka bergelut saling beradu dan bertukar Saliva, Yasmin memejam kan mata nya sambil me.... re.... mas kain sperei karena menikmati sen... tu.... Han suami nya.
Setelah beberapa saat ciuman arka turun hingga ke leher jenjang Yasmin dan mulai mengeksplor ia disana dan menanam buah ceri kembali hingga membuat bibir Yasmin mengeluarkan lenguhan seksi di telinga arka.
Tangan arka pun tidak mau tinggal diam ia langsung merobek lingerie yang dikenakan oleh Yasmin dan mulai berjalan-jalan di pegunungan yang indah dan lembut arka begitu kemas memainkan squishy barunya sehingga menimbulkan suara Yasmin yang semakin terdengar seksi di telinga arka dan kala ia mulai memilin pink kecil yang ada di puncak gunung Yasmin lenguhan itu terdengar sangat seksi.
Tangan Yasmin pun kini beralih ke rambut arka meremasnya kuat senada dengan apa yang ia rasakan ciuman arka pun semakin liar dan beringas di sana setelah puas bercocok tanam di buah ceri di leher jenjang Yasmin Arka kembali menebar benih Cherry di pegunungan masih bersih dan mulus serta indah itu sehingga membuat Yasmin semakin terbakar api gairah.
" Kamu sangat seksi sayang." Ucap Arka tersenyum dengan suara parau.
Nafas Yasmin semakin ngos-ngosan seperti habis berlari maraton, tubuh nya terasa sangat panas.
Aksi arka semakin liar kini ia mulai menurun gunung kembar Yasmin dan mulai menjelajahi perut Yasmin tangan nya pun mulai mencari-cari sebuah mutiara yang disembunyikan di antara lembah itu.
Yasmin menggigit bibir bawah nya kalau merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan
" mas arka stop." Ucap Yasmin tiba tiba.
Yasmin menyuruh arka berhenti namun arka tidak memperdulikan nya ia masih fokus dengan kerjaan yang mencangkul di hutan.
" Mas arka Yasmin mau pipis dulu." ucap nya Yasmin sambil menggigit bibir bawah nya membuat area semakin gemas dan ber.... gai..... rah.
" Keluar kan sayang." Ucap Arka lalu kembali membungkam bibir Yasmin dengan bibir nya dan semakin mempercepat aksi mencangkul nya.
Yasmin Melenguh sesuai permintaan arka Yasmin pun melepaskannya dan tubuhnya langsung terasa sangat lemas serta nafas yang tak naik turun.
" Boleh mas memulainya sayang?." tanya arka dengan lembut.
" Lakukan lah mas." jawab Yasmin lirik karena malu-malu arka kembali mengecup yang semen dengan lembut dan mulai menuntun junior nya untuk menjelajahi hutan belantara untuk mencari harta karun.
" Massss sakit." Ucap Yasmin meringis menggigit bibir bawahnya dan mencengkeram kuat bahu arka sehingga menimbulkan bekas cakaran di sana mereka pun juga menahan sakit malah double di bahunya juga junior nya, karena ini benar-benar pengalaman pertama untuk keduanya bahkan Yasmin sampai meneteskan air mata karena menahan rasa sakit itu.
" Maaf sayang." Ujar Arka lembut, sebenar nya ia tidak tega melihat Yasmin kesakitan sampai menangis tapi ia tidak mungkin akan kembali mencabutnya, ya dari pada harus ber solo ria lagu, Arka akhirnya mendiamkan sang junior di pintu masuk dan kembali mencium Yasmin dengan lembut, dan tangan nya Mencium Yasmin dengan lembut dan tangannya kembali bermain di puncak gunung Himalaya agar Yasmin bisa kembali rileks dan tenang.
Setelah beberapa saat Yasmin sudah tidak meringis lagi akan langsung memulai permainan itu dengan perlahan perlahan tapi semakin lama semakin cepat agar mereka bisa menunjuk puncak Himalaya bersama.
Maaf ya kak, saya percepat, sebenar nya saya Ingin saya kasih lebih, tapi episode ke 79 di tolak sama pihak NT, jadi dari pada saya kena tegor lebih baik saya skip saja ya.
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Pagi hari nya.
Yasmin membuka matanya dan menemukan sang suami terlelap sambil memeluknya yang ingin mengamati setiap lekuk wajah mereka yang semakin tampan.
" Sekarang aku sudah benar-benar jadi seorang istri ya Allah terima kasih atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada hambamu ini." gumam Yasmin dalam hati nya.
" Sudah puas memandang wajah mas." kata arka membuyarkan lamunan Yasmin.
__ADS_1
" Pagi mas." kata Yasmine sambil tersenyum tanpa menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan oleh suami nya itu.
" Pagi sayang cup arka mencium singkat bibir manis Yasmin yang sepertinya sudah menjadi candu nya.
" terima kasih ya." sambung arka.
" Buat?." Tanya Yasmin bingung.
" Terima kasih karena kamu sudah hadir dalam hidup mas, terima kasih kamu sudah memberikan warna disetiap hari-hari mas yang gelap ini, terima kasih telah menjadi pelangi setelah hujan deras menyelimuti hidup mas beberapa tahun belakangan ini, entah kalau tidak ada kamu apa mas akan bisa seperti ini, terima kasih sudah mau menerima kekurangan yang ada di diri mas ini, terima kasih telah bertahan menghadapi sikap mas yang berubah setelah peristiwa itu, terima kasih pula telah memberikan hak mas atas diri kamu." Ucap Arka sambil menatap Yasmin dalam dalam dan penuh dengan cinta, membuat semburat merah di wajah Yasmin.
" sama-sama mas, mas juga seperti pangeran Yasmin, di mana mas dan keluarga mas telah menerima Yasmin dengan tangan terbuka bahkan Yasmin yang awal nya orang asing bisa menjadi menantu keluarga terpandang seperti keluarga mas, Yasmin dari anak yatim piatu serta tidak memiliki apa-apa bisa menjadi nyonya besar di rumah ini, Yasmin sempat meragukan dengan apa yang Yasmin terima, Yasmin dulu tidak pernah bermimpi menjadi seperti ini, seperti seorang ratu yang diistimewakan, bahkan hidup Yasmin dari dulu selalu susah tidur di kasur lantai dengan dinding tembok yang lembab, untuk keluar dari kamar itu pun Yasmin tidak berani bermimpi, di setiap doa Yasmin Yasmin hanya ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak lagi tapi Allah telah memberi tidak hanya kehidupan yang layak bahkan kasih sayang dari semua nya, bunda ayah serta saudara yang lain nya, bahkan Yasmin mendapatkan suami seperti mas arka, terima kasih mas terima kasih telah mau menerima Yasmin untuk bersanding menjadi istri mas arka, untuk hal itu, itulah hak mas arka, Yasmin sebagai istri harus siap kapan saja mas arka menginginkan nya hanya 2 hal yang mungkin Yasmin tidak akan bisa melayani menjadi seorang istri, di saat berhalangan dan di saat Yasmin sakit keras." Ucap Yasmin yang tidak kalah melow dari sang suami.
mereka berdua saling tersenyum.
" Yasmin mulai sekarang yang kita mulai dari awal, kita harus berjalan dan kita hadapi semuanya secara bersama-sama, mulai sekarang kamu tidak boleh berpikir kalau kamu sendirian, kamu masih ada mas bunda ayah dan yang lainnya, kami disini sangat menyayangimu, jadi jangan pernah berpikir kalau kamu sendirian ya." ucap arka sambil membelai rambut Yasmin dan menggenggam tangan Yasmin.
Yasmin mengangguk kan kepala nya, ia sangat bersyukur telah di pertemuan dengan keluarga sebaik ini, keluarga terpandang yang tidak pernah melihat atau pun memilih untuk berteman.
Arka membuka telapak tangan, lalu arka kembali mengecup bibir manis Yasmin.
" Yasmin mau mandi dulu mas." ucap Yasmin lalu melilit selimut yang membungkus tubuhnya untuk menutupi tubuh polos nya.
" Awww shhhhh." Yasmin meringis saat akan turun dari tempat tidur membuat arka langsung bangun dari posisi tidur nya.
" Kenapa?." Tanya Arka.
" Sakit." Jawab Yasmin.
Tanpa mengucap lagi arka langsung mengangkat tubuh Yasmin untuk membawanya ke kamar mandi. " Mas turunin Yasmin saja ucap Yasmin yang malu karena tubuh suaminya juga polos bahkan sangat terlihat kalau ada yang menggelantung di bawah bagian tubuh suaminya. " Kamu masih sakit biar mas gendong saja jawab arka santai sambil melangkah menuju kamar mandi Yasmin malu sangat malu karena saat ini ia tubuh mereka sama-sama polos dan tanpa selimut atau benang selai pun yang menutupi tubuh mereka. Arka meletakkan Yasmin di dalam bathtup lalu menyalakan air dan mengatur suhunya tidak lupa arka juga menuangkan aromaterapi kedalam bathtup itu agar Yasmin saat berendam merasakan rileks dan bagian tubuh intinya tidak merasa sakit meskipun hanya bisa mengurangi saja. " Mas arka keluar saja ya." ucap Yasmin dengan wajah merah. " Kenapa kita sudah saling tahu bentuk dan rasanya kenapa mesti malu ucap arka terkekeh, lalu segera ikut masuk ke dalam bathtup dan mereka melakukan nya lagi.
Di meja makan.
" Alvin panggil arka sama Yasmin ya ucap bunda menyuruh Alvin memanggil anak nya dan menantu nya itu.
" Tidak mau Bun." jawab Alvin tegas karena dia tahu kalau saat ini ark itu tidak akan turun ikut bergabung sarapan pagi ini.
" kenapa? Ini sudah siang lho apa arka tidak ke kantor." ucap bunda.
" tapi ini sudah siang lho." ucap bunda yang khawatir.
" Mungkin mereka lagi duet." Bun ucap langit yang membuka suara nya.
" Duet?." Ucap semua nya.
" bunda kayak tidak pernah muda saja, apalagi mereka menikah sudah lama bahkan langit bisa menjamin kalau selama ini arka belum pernah menyentuh Yasmin, dan sekarang kondisi arka sudah membaik seperti semula seperti arka yang kita kenal dulu jadi kemungkinan besar mereka sedang bermain memadu kasih di mana menuntaskan semua yang ada di dalam diri mereka masing-masing." ucap langit dan Untung saja di sana hanya ada orang dewasa saja.
Bunda mengerti atas ucapan yang diucapkan oleh putra sulungnya itu, akhirnya bunda membiarkan kan yang terpenting tidak sampai sore hari kalau sampai sore hari sudah ia pastikan kalau nanti ia akan membuka pintu kamar suami istri muda itu, bunda tidak mau menantunya kenapa kenapa, bayangan-bayangan menjadi pengantin baru dulu terngiang di pikiran bunda, bunda dulu sempat seharian penuh tidak diberi kesempatan untuk turun bahkan makan pun diantar ke kamar mereka, ayah selalu memeluk bunda dengan erat, bunda menggeleng-gelengkan kepala nya mengingat masa-masa itu.
__ADS_1
Untung saja tidak ada yang melihat saat bunda menggeleng-gelengkan kepalanya.
Malam hari nya.
Dan benar saja, apa yang di fikirkan oleh bunda tadi, seharian ini putra nya itu mengungkung menantu nya di dalam kamar, dan untung saja bunda tadi siang sempat mengetuk pintu dan saat kamar di buka oleh putra nya dan ternyata benar kalau mereka sedang mantap mantap, bahkan kamar mereka seperti kapal pecah, bunda hanya tersenyum dan mengingat kan kalau mereka berdua belum makan apa pun dari pagi, dan jangan sampai mereka jatuh sakit nanti nya.
Setelah selesai makan malam semua keluarga Alfarizi berkumpul di ruang keluarga.
" Arka." Panggil bunda memulai pembicaraan.
" Iya Bun.," Jawab arka tanpa melihat kearah bunda karena ia sedang fokus dengan PS nya ya meskipun anak-anak bunda dan ayah sudah dewasa dan bekerja bakal berkeluarga bagi arka dan langit, tapi bagi bunda dan ayah mereka masih seperti anak kecil yang sering berebut PS dulu arka sangat jarang ikut bermain iya terlalu sibuk mengurus kantor dan juga hidup nya datar-datar saja, namun berbeda setelah kehadiran Yasmin yang sekarang lebih
Banyak berbicara dan cerewet bahkan posisi yang lebih sering bercengkrama bersama ke 5 saudara nya. Dan bunda merasa sangat bersyukur karena kini anak nya jauh lebih hangat dibandingkan dulu dan ia tidak menyesal sama sekali karena batal pernikahannya area dan Siska, karena bunda merasa Yasin jauh lebih baik dan lebih bisa membuat hidup arka lebih berwarna.
" kamu tidak ingin bulan madu?." tanya bunda membuat arka langsung menghentikan permainan nya.
" Yesss K.O." kata Alvin saat memenangkan game nya namun mereka tidak peduli dan memutar tubuh nya menatap kearah Yasmin yang duduk menundukkan kepala nya arka tahu pasti Yasmin sedang malu.
" Kapan? Bunda dan ayah sudah pengen nambah cucu." Kata bunda membuat pipi Yasmin semakin merona.
" Kalau cucu mah gampang Bun tidak perlu bulan madu juga di rumah bisa bikin nya." jawab arka membuat Yasmin langsung menatap tajam kearah arka, namun arka malah senyum kepada Yasmin.
" Di rumah nanti ada ulet bulu lagi loh." Sindir Alvin mengingat kejadian Ara kemarin.
" Ulet bulu kepala hitam ya Yas." Kata Langit tertawa membuat Yasmin bertambah malu.
" mas arka." ucap Yasmin cemberut manja membuat arka begitu gemas dan langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk diatas sofa.
" Biarin saja mereka itu jomblo jadi iri." kata arka sambil memeluk dan mengecup kening Yasmine mesra.
" Wow ingat sikon woi masih ada bocah disini." pekik Alvin antara cemburu atau kesal entahlah.
" Iri bilang bos." Cibir Arka.
" Ehhhh ehhh apa kamu tadi bilang dek, kakak tidak jomblo ya." Ucap Langit yang tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Arka adik nya itu.
" Iya memang tidak jomblo kak, kan memang kakak sudah ada kak senja, tapi kan lagi ngenes tuh, kak Senja sedang hamil muda pasti kayak hamil nya si jagoan kan di suruh puasa, apalagi kondisi kan senja saat ini berbeda dengan saat hamil si jagoan." Ucap Arka.
" Awas kamu ya, sekarang kamu bisa ngatain Kakak, tapi ingat saat Yasmin hamil nanti, kakak akan balas itu semua nya." Ucap Langit dengan senyum meremehkan kan.
Arka langsung diam dan ia langsung menggeleng kepala nya, ia berdoa semoga istri nya nanti tidak seper itu.
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Terima kasih bagi kakak kakak semua yang masih setia dengan cerita yang saya tulis, saya kemarin sempat sedih sangat sulit lolos dari review NT/ MT, jadi kemarin hanya 1 bab saja, semoga ini bisa menjadi pengobat kakak kakak semua.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...