Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 46


__ADS_3

" Pak Langit." Lirih Senja tampak senang karena ada orang yang bisa dimintai pertolongan.


" Lepaskan, jangan bersikap kasar pada perempuan." Ucap Langit lagi.


Ternyata laki laki itu adalah Langit, ia tampak berdiri menatap Davi dengan sorot mata tajam.


" Kamu siapa jangan ikut campur urusan kami..." Davi balik menatap tajam, berkata sambil melepaskan pegangan tangan nya dari tangan Senja.


" Saya kenal Senja, saya tidak tahu apa yang kalian perdebatan kan, hanya saja saya tidak suka melihat laki laki yang bersikap kasar sama perempuan, sebaik nya kamu minta maaf pada Senja dan pergi dari sini." Ucap Langit dengan tegas.


" Senja aku minta maaf, aku khilaf karena terbawa emosi, nanti kita bahas lagi lain waktu." Davi pergi tanpa menunggu jawaban Senja sambil tersenyum sinis ke arah Langit.


Setelah Davi pergi, Senja bisa bernafas lega.


" Pak Langit, terima kasih sudah berkenan menolong saya." Ucap Senja dengan tersenyum lembut penuh dengan ketulusan.


" Kamu mengenal nya Senja?." Tanya Langit sambil duduk menghadap ke arah Senja.


" Dia senior saat di kampus pak!." Jawab Senja.


" Seperti nya dia menyukai mu dan kamu menolak nya?." Langit memicingkan mata nya menatap mata Senja penuh selidik.


Senja yang di tatap seperti itu nampak gugup.

__ADS_1


" Ya ya begitulah pak." Jawab Senja.


" Eh maaf kenapa saya jadi kepo." Ucap Langit.


" Tidak apa apa kok pak, oh iya saya pamit mau pulang pak, sekali lagi terima kasih untuk pertolongan nya." Senja berdiri sambil mengatupkan ke dua tangan di dada nya.


" Ok oh iya hati hati di jalan." Ucap Langit yang di balas anggukan oleh Senja.


Flasback on


Langit sedang makan siang bersama David dan Tian di privat room area food court, ruangan makan khusus untuk direktur dan manager atau untuk menjamu para tamu tamu penting perusahaan.


Dinding nya berlapis kaca yang tembus dari dalam tapi tidak nampak terlihat kalau dari luar, sehingga segala aktifitas di tempat makan food court terpantau jelas dari ruangan itu.


Mata nya terus fokus memperhatikan gestur ke dua nya, ia melihat ke dua nya seperti sedang berbicara serius, saat Langit melihat Senja seperti berusaha menarik tangan nya, spontan diri nya bangkit dari duduk nya.


" Bro gue keluar dulu sebentar." Langit bergegas keluar ruangan yang di tatap heran ke dua teman nya.


" Kenapa dia?." Tanya Tian.


" Kebelet kali." Jawab David sambil menggedikkan bahu nya.


Flasback off.

__ADS_1


... 🍀🍀🍀🍀...


" Assalamualaikum." Ucap salam Senja setelah masuk ke dalam toko nya.


" Waalaikumsalam, cie yang habis shopping, harus nya senang, kenapa wajah nya malah di tekut seperti itu " ucap Cika.


Senja menjatuhkan badan nya di karpet duduk selonjoran di samping Cika yang sedang menyusun paket yang sudah di packing.


" Tahu tidak." Ucap Senja.


" Tidak..." Jawab Cika cepat.


" Aku kan belum selesai ngomong " ujar Senja sambil mengerucut bibir nya.


" Ha ha ha, ok ok beb, mau cerita apa???." Balas Cika sambil tertawa.


" Tadi pas makan di food court aku ketemu Kak Davi." Lalu Senja pun menceritakan semua kejadian tadi tanpa ada yang terlewat kan sedikit pun.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2