
" Aminnn, Terima kasih pak atas do'anya, kalau begitu kamu pamit ke dalam dulu." Ucap Zafran lalu mengajak istri dan anaknya menuju ke kantor kepala sekolah.
Letak kantor kepala sekolah berada di sebelah taman bermain untuk anak-anak di waktu Istirahat.
Tok..tok...tokk...
Zafran mengetuk pintu kepala sekolah meskipun pintu sudah terbuka.
"Assalsmualaikum." Ucap El dan zafram bersama.
Setelah beberapa saat muncul ibu kepala sekolah dari ruang dalam.
"Waalaikum salam, eh bapak,ibu dan aya. Silahkan masuk." Jawab bu Zeni selaku kepala sekolah di sekolahnya Aya.
"Terima kasih bu," Ucap zafran.
Mereka duduk di kursi yang tersedia di ruang kepala sekolah.
"Maaf bapak dan ibu, kalau boleh tahu ada apa bapak dan ibu menemui saya hari ini?" Tanya bu Zeni dengan suara lembut.
"Begini bu, saya selaku orang tua dari Aya mau meminta izin untuk memindahkan Aya sekolah." Jawab zafran.
"Kalau boleh tau ada apa ya pak,bu kok Aya ingin berpindah sekolah ?" Tanya kepala sekolah dengan serius
__ADS_1
"Saya ingin mengajak istri dan anak saya untuk tinggal bersama saya di tempat saya tugas, jadi saya ingin memindahkan Aya bu." Jawab Zafran
"Oh begitu pak, saya kira ada yang mengganggu Aya di sini. Kalau begitu saya akan buatkan surat pindah, mohon bapak dan ibu tunggu sebentar atau silahkan kalau mau berkeliling di sekolah ini terdahulu." Jawab Bu Zeni.
"Daddy, mommy Aya boleh belpamitan sama bu gulu dan teman-teman ?"Pinta Aya.
" Boleh dong sayang." Jawab Bu zeni yang mewakili zafran dan El.
"Baik bu, kalau begitu kami mau ke kelas Aya dahulu bu, mungkin Aira akan kangen sama teman temannya nanti." Pamit zafran.
"Silahkan pak." Jawab Bu zeni.
Aya di antar daddy dan mommy nya untuk berpamitan kepada teman temannya. Banyak teman Aya yang sedih ketika wali kelas Aya memberikan pengertian kepada teman-temannya bahwa Aya akan berpindah sekolah.
"Aya besok kalau pindah sekolah jangan lupain Zahra ya, Zahra sedih karena aya pindah." Ucap Zahra teman Aya.
"Dino juga sedih Aya pindah, nanti kita nggak bisa bermain bersama lagi." Tambah Dino.
"Besok kalau Aya pulang kesini, kita bisa maen baleng lagi kok. Aya juga nggak akan lupain kalian." Jawab Aya menenangkan teman-temannya.
Zafran merangkul Istrinya yang tampak sendu melihat perpisahan antara anaknya dengan teman-temannya di sekolah. Dia melihat kesedihan di wajah aya.
"Nanti Aya tidak akan sedih lagi dek kalau sudah bisa beradaptasi di sana." Ucap zafran menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Semoga saja mas, Ifa ikutan sedih melihat perpisahan mereka." Jawab el dengan masih melihat interaksi mereka
"Mommy akan selalu buat kamu tersenyum bahagia nak disana." Batin El .
Zafran mengajak anak dan istrinya untuk ke rumah orang tuanya setelah meminta surat perpindahan sekolah Aya beserta perpisahan kecil Aya dengan teman-temannya.
Aya yang awalnya sudah menerima perpindahan sekolah dia yang baru,sempat menangis juga karena melihat teman -temannya menangis.
"Sayang, besok kalau kita pulang kesini Aya bisa kok mengunjungi mereka. Tadi momny juga sudah minta kontak orang tua Dino dan Zahra sayang jadi kapan-kapan Aya bisa video call sama mereka jika kangen." Bujuk El menenangkan putrinya yang masih sedih.
Saat ini mereka berada di dalam mobil menuju ke rumah orang tua zafran.
"Bener kata mommy sayang, nanti Aya bisa hubungi mereka di waktu kamu libur." Tambah zafran yang masih fokus mengemudikan mobilnya.
"Tapi Aya sedih mom tadi lihat Dino sama Zahla nangis. Aya kan sayang meleka jadi Aya ikut sedih lihat meleka menangis." Ucap aya dengan nada bergetar karena menangis.
"Nanti Daddy nangis loh kalau lihat aya sedih terus. Berarti Aya nggak sayang daddy dong karena nggak mau ikut ketempat Daddy bertugas." Ucap zafran dengan nada di buat sedih.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1