Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 87


__ADS_3

" Alhamdulillah nak, ayah juga ingin kamu pindah di sini saja, kasihan anak mu semakin lama tumbuh besar dan membutuhkan kasih sayang orang tua nya, kami tidak keberatan menjaga anak mu nak, tapi ia butuh orang tua nya juga " nasehat ayah.


" RAN juga kasihan yah dengan Aya, RAN menyesal tidak bisa melihat perkembangan anak RAN di setiap hari nya, mau dan bawa ke asrama nanti tidak ada yang jaga, malah kasihan Aya yah, apalagi jika ada tugas mendadak kan kasihan Aya nya." Jawab Ran.


" Coba kamu cari istri dan bunda untuk anak mu nak, kasihan Aya tiap ada acara di sekolah dia sedih jika melihat teman teman nya membawa ke dua orang tua nya dan dia hanya di temani oleh bunda." Bunda mencoba membujuk ran.


" RAN belum kepikiran mencari pendamping lagi Bun, RAN masih cinta sama Aisyah." Wajah ran pun mulai murung setelah mengingat almarhumah istri nya.


Ketika melihat perubahan wajah putra nya yang menjadi murung, bunda mendekati anak nya.


" Bunda paham nak, kamu cinta Aisyah tapi sekarang almarhumah sudah tenang di sana, kamu masih muda dan Aya membutuhkan bunda nak, coba kamu lihat dari sudut pandang Aya, pasti kamu akan melihat kerinduan putri mu dengan sebuah kasih sayang seorang bunda, cobalah untuk membuka lembaran baru dengan membuka hati kamu untuk wanita lain, ibu yakin pasti ada wanita yang baik untuk bunda Aya." Bujuk bunda dan memberikan semangat kepada putra nya dengan memegang pundak sang putra.

__ADS_1


" Insya Allah, jika RAN sudah siap pasti RAN akan mencari bunda untuk Aya Bun, ran juga tidak mau gegabah untuk segera mencari pendamping untuk Ran, ran tidak sendirian ada Aya di samping ran." RAN menjelaskan keputusan nya kepada ke dua orang tua nya.


" apa perlu ayah dan bunda carikan calon untuk kamu nak?." Bunda tersenyum simpul penuh arti dengan melirik suami nya.


" Tidak perlu Bun, insya Allah ran masih bisa mencari sendiri." Tolak ran dengan nada halus agar tidak menyinggung perasaan bunda dan ayah nya.


Percakapan mereka pun berhenti ketika mendengar teriakan dari luar dan mendengar suara pintu terbuka.


" Waalaikumsalam cucu Oma yang cantik sudah pulang ya sayang." balas oma sambil mencium pipi cucu nya.


Aya yang masih fokus dengan Oma nya tidak melihat ada orang yang duduk di samping Oma.

__ADS_1


" Coba Aya lihat ke samping ada siapa coba, pasti Aya akan senang." Tebak Oma dengan mengarahkan pandangan cucu nya di samping kiri.


Aya pun menoleh ke samping dan melihat seorang laki laki yang tersenyum sambil merentangkan ke dua tangan nya.


" Daddy, Daddy." Teriak Aya dengan menghambur ke pelukan ayah nya dengan berteriak dan berloncat loncat.


" Anak Daddy sudah besar ya, Daddy kangen gadis kecil Daddy." RAN pun mencium seluruh wajah Aya dengan rasa bahagia nya, karena dapat bertemu putri nya dengan memangku putri kecil nya yang tidak mau melepaskan pelukan ke Daddy nya, mata Ran pun tampak berkaca kaca melihat perlakuan putri nya terhadap diri nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2