
" Ayah pergi dulu, nanti pulang malam Minggu." Semua menganggukkan kepala nya, rombongan Langit masuk ke dalam mobil.
Ara tidur terlelap sepanjang perjalanan pulang sampai tiba di rumah, Butuh waktu 1.5 jam untuk sampai ke rumah nya.
Pak Asep membukakan pintu mobil untuk tuan nya, karena Langit terlihat kesusahan memangku anak nya yang ia angkat dari car seat nya.
" Pak Asep tolong anterin dulu Nina pulang kasihan sudah malam pak." Ucap Langit.
" Tidak perlu pak, biar saya pesan taksi online saja." Jawab Nina yang merasa tidak enak sama atasan nya itu.
" Ini sudah malam, rawan buat perempuan pulang sendiri, sudah lah jangan nolak, biar pak Asep antar." Jawab Langit sambil berlalu ke dalam rumah menggendong anak nya.
Akhir nya mau tidak mau Nina pulang di antar pak Asep, bos nya memang sangat baik." Batin Nina. Langit memasuki kamar nya yang gelap, tangan nya menekan Saklar untuk menghidupkan lampu.
__ADS_1
Tadi saat di rumah pak Asep, ia mendapatkan pesan dari istri nya, mengatakan kalau akan pulang telat karena harus lembur. Itu lah kenapa Langit langsung ingin pulang, karena mood nya langsung jelek, kesal dengan istri nya.
Setelah membaringkan Ara di box nya, Langit segera ke kamar mandi ingin menyegarkan badan yang pegal dan penat setelah seharian di lapangan dan perjalanan jauh. Selesai mandi ia melaksanakan sholat isya, ia mengarahkan ke dua tangan nya, berdoa memohon di berikan kebaikan dan keberkahan kehidupan rumah tangga nya, memohon kelancaran di segala urusan.
Langit melipat sajadah nya setelah selesai berdoa, ia menoleh saat pintu kamar terbuka, istri nya Baru saja datang.
" Maaf sayang, aku pulang telat, aku harus selesaikan laporan karena besok ada meeting dengan GM." Ucap Devi.
" Posisi ku yang sekarang membuat tanggung jawab ku pun semakin banyak, ku harap sayang bisa mengerti, aku mandi dulu." Jawab Devi berlalu menuju kamar mandi untuk menghindari perdebatan yang akan terjadi bila ia terus ada di sana.
Langit menghela nafas panjang, ia merebahkan tubuh nya yang lelah sambil menerawang jauh.
Diri nya merasa ada yang salah dengan kehidupan pernikahan nya, bukan seperti ini yang ia impikan dulu, ia melihat dan merasakan kebahagiaan dan ketenangan di kehidupan rumah tangga ayah bunda dan mama papa nya saat posisi ia sebagai anak.
__ADS_1
Tapi saat ia kini membentuk kehidupan rumah tangga sendiri, bahagia yang di rasakan hanya di awal masa satu tahun bahtera, makin ke sini bahagia kadang datang kadang hilang, ketenangan seakan makin terkikis menipis....
Lamunan Langit buyar saat istri nya keluar dari kamar mandi dengan setelan baju tidur berjalan menuju ranjang, Devi merebah kan diri tidur menghadap suami nya, tapi Langit memilih tidur membelakangi istri nya, dia adalah yang terbaik untuk saat ini, saat jiwa dan raga nya sedang lelah.
Bahkan istri nya tidak menanyakan kabar Ara sedikit pun, apa ia lupa kalau sudah memiliki anak yang harus di perhatikan, kenapa harus aku yang mengingatkan. Batin Langit.
Kata orang 5 tahun awal pernikahan adalah masa masa rawan goncangan, apakah yang aku alami termasuk guncangan itu?." batin Langit.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1