Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 151


__ADS_3

" Kak berapa bulan lagi kakak akan pindah ke sini?." tany Ray pada kakak tertua nya.


" Kemungkinan bulan depan sudah pindah Ray, ini kakak sama suami kakak juga sudah mengajukan pindah, bagaimana pun keluarga kami ada di sini semua, mangka nya kakak besoj harus kembali, bagaimana pun juga kakak harus tetap bekerja meskipun sudah mengajukan pindah ke sini." jawab nya lagi


" Terus kalau kakak kamu ke sini, kamu jadi pindah Ray?." tanya ibu pada anak bungsu nya.


" Kita mau pindah bang?." Tanya Mesya sambil menatap suami nya. Ray memandang wajah istri nya, Ray memang belum memberitahukan tentang pembangunan rumah yang sudah jauh jauh hari di siapkan untuk istri dan anak anak nya kelak.


" Iya sayang, abang sudah siapkan rumah untuk kamu dan anak anak kita nanti, tapi tunggu kakak pindah ke sini dulu baru nanti kita pindah, rumah nya juga sudah hampir selesai tinggal perlengkapam nya saja yang belum abang isi, masih nungguin nyonya rumah yang isi nanti nya." Ucap Ray menatap istri nya.


" Masya Allah abang, uh romantis banget, Syasya jadi pengen peluk." Ucap Mesya dengan manja karena yang terharu atas apa yang telah di siapkan oleh suami nya untuk diri nya serta anak anak mereka nanti.

__ADS_1


Ibu dan ayah tersenyum.


" Ini bukan apa apa nak, kami disini lebih beruntung karena bisa menjadikan kamu menantu di rumah ini, terima kasih karena sudah mau mendampingi Ray." Ucap ibu.


" Ibu bicara apa coba, Syasya yang harus berterima kasih apa ibu ayah dan kakak semua nya, karena tidak berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang kalian untuk Syasya, mau menerima Syasya yang masih banyak kekurangan untuk menjadi seorang istri abang, tegur Syasya kalau Syasya melakukan kesalahan baik itu kecil." Ucap Mesya.


" Sayang bicara apa sih, abang tidak minta apa apa, hanya cukup sayang mencintai abang dan keluarga abang sudah lebih dari cukup buat abang." Jawab Ray sambil mengelus puncak kepala istri nya yang berlapis hijab dan mencium kening Mesya sambil memeluk pinggang Mesya.


" Iya nak jadi lah istri yang berbakti itu sudah cukup buat ibu dan ayah, selalu mendampingi Ray dalam suka mau pun duka." Ucap ibu.


" Ya sudah ini juga sudah malam, kalian semyua istirahat karena besok semua nya akan perjalanan, dan untuk kamu Ray buatin ibu dan ayah cucu yang banya, kali ini kalian tidak bisa menolak nya, meskipun tidak mau bulan madu, tapi kalian harus banyak di dalam kamar untuk mencetak cucu buat ibu dan ayah." ucap ayah sambil mengedipkan sebelah mata nya kepada Ray.

__ADS_1


Semua beranjak dari duduk nya untuk menuju kamar mereka masing masing.


Setelah sampai di kamar.


" Sayang dengar apa yang di ucap kan oleh ayah tadi, kita di suruh buat cucu untuk mereka berdua serta daddy dan mommy juga." Ucap Ray sambil menaik turun kan alis nya. Mesya yang melihat ekpresi suami nya pun merasa sangat malu.


" Iih abang Ray, tadi sore kan sudah masa masih mau lagi. Ucap Mesya dengan pipi yang merona merah


" Ya pasti mau lah sayang, kamu itu seperti candu buat abang, yang selalu ingin terus dan terus." jawab Ray sambil tersenyum


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2