
" Emmm, begini saja sayang, gimana kalau kita pergi nya hari minggu, Tante hari Minggu kan libur." Tawar El untuk membuat Aya tidak kecewa.
" Benelan Tante, Tante tidak bohong kan?." Tanya Aya.
" Iya sayang, Tante tidak bohong kok." Jawab El.
" Janji Tante." Ucap Aya dengan Menunjukkan hari kelingking nya di depan layar ponsel nya.
" Janji sayang." Jawab El dengan menunjukkan jari kelingking nya juga dengan wajah tersenyum.
" Telima kasih Tante, Aya sayang sama Tante " Aya pun Tempak bahagia.
" Ayang, boleh Daddy bicara sama Tante dulu " ucap Zafran kepada putri nya.
" Ok Daddy " jawab Aya dengan memberikan ponsel nya kepada Daddy nya.
__ADS_1
" Maaf ya, Aya mengganggu waktu kamu." Ucap Zhafran dengan nada tidak enak kepada El.
" tidak apa apa kok mas, hari Minggu saja juga libur, dan biasa nya juga di rumah saja." Jawab El
" nanti malah ganggu waktu libur kamu, misal Memang kamu tidak bisa, nanti biar saya kasih pengertian kepada aya." Ucap Zafran.
" Insya Allah saya tidak ada kegiatan kok mas." Jawab El dengan senyuman tipis di bibir nya.
Dan itu sukses membuat jantung Zafran tidak karuan, dengan cepat Zhafran mengalihkan pandangan nya, agar ia tidak terlihat kalau jantung nya sedang berdetak cepat.
" Ya sudah terima kasih ya IFA, sudah mau jalan jalan sama aya." Ucap zafran
" Sayang, ayo ke sini dulu, pamit sama Tante nya ok." Ucap Zafran kepada Aya yang sedang asyik bermain boneka Barbie nya di sebelah Daddy nya.
Aya berjalan menuju ke Daddy dan mengambil ponsel yang masih terhubung dengan El.
__ADS_1
" Tante makasih ya, sudah mau di ajak jalan jalan Aya, Aya cayang banget sama tante." ucap Aya dengan gemas nya.
" Sama sama sayang, Tante juga sayang buanget saya saya, Tante tutup dulu ya telp nya, smapau jumpa besok hari Minggu sayang, assalamualaikum Aya cantik." Pamit El.
" Waalaimumsalam Tante, da da da muach.' jawab Aya dengan melambaikan tangan nya di layar ponsel.
" Da da da." El pun membalas nya dan mematikan ponsel nya.
Zafran POV.
" Ketika melihat wajah sedih putri ku, ketika Ifa tidak bisa pergi bersama, membuat hatiku sangat teriris, apa lagi kata kata putri ku yang terkahir, ingin pergi bersama seperti teman teman nya di sekolah.
Yang selalu bercerita jika liburan selalu menghabiskan waktu bersama dengan keluarga nya, membuat hatiku menangis, aku sadar belum bisa membuat putri ku bahagia, apalagi dengan pekerjaan ku, yang mengharuskan berjauhan dengan putri kecil ku. Membuat diriku gagal sebagai seorang ayah, dulu aku beranggapan jika putri ku sangat bahagia karena di asuh oleh ke dua orang tua ku beserta kakak kakak ku. Mereka sangat menyayangi putriku. Tapi semakin besar, ternyata putri ku juga membutuhkan kasih sayang seorang bunda, apa yang harus aku lakukan??? Apa IFA wanita yang dekat dengan putri ku benar benar tulus menyayangi putri ku????? Apa diri ku bisa membuka hati mu kembali untuk mencintai wanita lain, meskipun IFA adalah wanita di masa lalu ku, entah lah.... Jika Aisyah masih hidup pasti saat ini kami sangat bahagia. Namun inilah yang di namakan takdir Allah, Allah lebih menyayangi almarhumah Aisyah.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....