Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 13


__ADS_3

.....Senja yang seharusnya masih kuliah semester 4 sekarang ia sudah lulus karena sejak sekolah dasar Senja sudah sering loncat kelas, maka dari itu keluarga Langit dengan suka rela mengeluarkan uang demi anak yang berprestasi dan selalu semangat untuk belajar, tidak hanya anak pak Asep dan Bu Tia saja, melainkan semua anak dari pelayan di rumah Ray dan Adam juga mendapat hak yang sama mengenai sekolah


" Wah Senja sudah lulus kuliah ternyata, syukurlah pak, saya ikut senang, oh iya saya lupa rupa Senja seperti apa sekarang pak, dulu ketemu saat dia masih ke 3 SMP dan saya kelas 3 SMA, inget dulu setiap Minggu Senja datang dan saya suka jahilin dia colok colok lesung Pipi nya." Langit terkekeh membayangkan kejahilan nya dulu sampai sampai Senja menangis karena di usilin terus sama Langit.


" Apa lesung pipi nya masih ada pak?." Tanya Langit


" Masih dong den... Tidak mungkin hilang, malahan bapak setiap saat khawatir karena senyum manis nya jadi pemikat, banyak laki laki yang naksir, tapi tidak ada satu pun laki laki yang nyantol ke hati nya, duh pengen nya cepat dapat jodoh nya biar bapak tenang." Ucap pak Asep.


Tidak terasa mobil pun sampai di halaman rumah mama nya Langit. ( Oh iya hampir lupa kalau sekarang papa Adam sudah kembali ke Jakarta dan tinggal tidak jauh dari ayah Ray).


" Eh ternyata sudah sampai ya pak? Nanti kita lanjut lagi ngobrol nya pak." Ucap Langit.

__ADS_1


" Iya den to be continued." Jawab pak Asep dengan tertawa.


Langit ikut tertawa mendengar jawaban gaul dari pak Asep, sambil bergegas turun dari mobil.


Langit berjalan cepat memasuki rumah mama nya tidak lupa Langit juga mengucapkan salam, tampak putri nya Ara sedang bermain main dengan adik nya Sasi. "


" Assalamualaikum princess papi...lagu main apa hmmm." Langit mengangkat tinggi anak nya sambil menciumi seluruh wajah sampai sampai Ara tergelak kegelian.


" Uluh uluh...tidak ikhlas banget sih adikku yang imut ini, subsidi uang jajan nya mau di stop ya." Ancam Langit sambil mengacak rambut adik nya dengan gemas. Sasi mencibik kesal.


" Ngancem aja terus, kebiasaan nya." Langit terkekeh melihat adik nya yang kesal.

__ADS_1


Dari arah belakang rumah tampak mama Siska dan papa Adam datang menghampiri mereka, wajah dan badan nya tampak berkeringat habis olah raga.


Ya, orang tua Langit meskipun usia nya sudah setengah abad tapi tetap terlihat bugar karena disiplin menjaga kesehatan.


" Langit besok mama sama papa mau ke Bandung, mau memantau hasil panen sayuran, tadi malam mang Daman ngasih kabar, Jadi Ara jangan di antar ke sini, adik mu juga harus kuliah besok." Ujar mama Siska. Kapan sih Ngit istri mu itu Resign?." tanya mama Siska,


Siska juga sudah tahu alasan Langit dari Mesya, tapi Siska tidak sesabar Mesya, Siska mulai terang terangan berada di kubu Ray dan Adam, sebenarnya Siska tidak tega pada Langit, tapi kalau Langit terus terusan mengalahkan dengan Devi, maka harga sendiri sebagai suami pasti akan terinjak injak, dan Siska tidak mau itu, Siska ingin anak nya itu bahagia.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2