Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 176


__ADS_3

"Mbak sudah sampai, ini rumah beliau." Ucap nya


"Terimakasih pak sudah mau mengantar saya." Jawab El


"Sama-sama mbak, kalau begitu saya pamit kembali ke pos." Jawab dia


El pun mengangguk. Setelah kepergian om tersebut yang mengantar El, El memberanikan diri untuk mengetuk pintu Mess Zafran.


Pintu rumah Zafran terbuka itu tanda jika Zafran sedang berada di rumah. Dia melihat sekeliling rumah zafran, sebuah rumah kecil dan di depannya ada taman sempit.


El memberanikan diri untuk mengetuk pintu yang telah terbuka.


Tok...tokk.tokk.


"Assalamualaikum." Ucap salam El


Deg..


Zafran merasa mendengar suara yang tidak asing baginya. Dia saat ini sedang berada di dapur untuk membuat kopi.


"Kok seperti suara Ifa ?" Ucap Zhafran.


Zafran keluar menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


Dia meninggalkan kompor yang dia buat du dapur.


Deg..

__ADS_1


Zafran kaget ketika melihat siapa yang datang di Mess nya.


"Walaikum salam." Jawab Zafran yang masih kaget dengan situasi ini.


" Kamu kok bisa di sini dek ?" Tanya zafran kepada El yang sedang memperhatikannya.


Dia dapat melihat rasa kangen di matanya. Tak di pungkiri dia pun sebenarnya juga kangen dengan El, tapi kekecewaannya membuah dia menepis semuanya.


"lya mas, maaf kalau Ifa mengganggu. IFA ingin menjelaskan semuanya tentang apa yang ada di foto kemarin." Jawab El.


"Baik, saya akan memberikan waktu untuk kamu menjelaskan ini semua. Tapi jangan disini saya akan mengajak kamu ke cafe untuk berbicara." Ucap Zafran.


"Tunggu sebentar saya ambil kontak motor dulu." Pamit Zafran.


Zafran pun bergegas masuk kedalam untuk mengambil kunci motornya.


Zafran membonceng El keluar dari Batalyon, Tidak lupa Zafran menyapa orang yang berada di pos depan yang tadi sempat El berhenti.


Zafran membawa El ke cafe yang tidak terlalu jauh dengan tempat batalyon Zafran. Dia berhenti di sebuah cafe yang tidak terlalu besar tetapi cukup nyaman untuk dijadikan tempat untuk hang out para remaja.


Karena suasana masih sepi, pas buat zafran dan El untuk berbicara dari hati ke hati. Zafran memarkirkarn sepeda motor nya didepan cafe. Dia mengajak El masuk.


Dia juga mencari tempat di pojokan agar lebih leluasa berbicara.


"Kita duduk disana saja."Ucap zafran dengan wajah dingin dan datar menunjuk meja di pojok belakang.


"Baik mas." Ucap El lirih dan sedikit takut dengan wajah datar zafran. Mereka berjalan beriringan menuju tempat yang di tunjuk.

__ADS_1


Setelah mendudukkan dirinya di kursi yang saling berhadapan, zafran memanggil pelayan untuk memesan makanan. Nggak enak saja jika kita duduk di cafe hanya mengobrol tanpa memesan makanan.


"Mas.." Panggil zafran ke pelayan.


"Selamat pagi bapak ibu di cafe xxxxx, mau pesan apa ?" Tanya pelayan kepada Zafran dan El.


"Saya pesan Coffe latte dan chees cake,"ucap zafran.


" Kamu mau pesan apa dek?" Tawar zafran dengan nada sedikit lembut.


"Emm Macha latte dan Red Velvet cake." Jawab El


"Silahkan tunggu sebentar, kami segera mengantarkan pesanan bapak dan ibu." Ucap pelayan setelah mencatat pesanan.


"Langsung saja kamu mau bicara apa ?" Ucap zafran datar untuk membuka pembicaraan setelah pelayan pamit ke belakang.


"Emmm..sebelumnya El ingin minta maaf kepada mas karena mengganggu waktu mas. Tapi Ifa datang kesini ingin meluruskan apa yang sebenarnya terjadi." Ucap El sambil menarik nafas dan menghembuskan nafas nya


"Setelah Ifa menjelaskan ini semua, IFA ikhlas apapun keputusan mas. Ifa serahkan semuanya kepada mas, lanjut atau tidak nya tentang hubungan kita untuk ke depan nya, dan IFA juga ingin kejelasan tentang hubungan kita, Ifa tidak mau kalau tidak ada kejelasan dari hubungan kita berdua ini." Tambah El yang sedang menyusun kata-kata untuk memberi penjelasan.


El berhenti sejenak untuk mengambil nafas untuk mengurangi rasa groginya.


"Terus.. " Ucap zafran yang masih dingin.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2