
" Susah pak, mobil nya terjebak di depan dan belakang. Tidak ada celah untuk manuver." Kata pak Jaya yang memperhatikan jalan dari spion kanan dan tengah, dua jalur jalan itu padat dengan antrian mobil diam di posisi nya.
Beruntung air tidak sampai masuk ke dalam mobil Rush kesayangan Langit itu, karena body mobil nya yang tinggi.
" Hmmm, aku belum hubungi Senja lagi, mungkin dia khawatir karena aku belum juga pulang." Ucap Langit dalam hati nya, dia melihat ponsel nya yang mati karena habis daya.
" Pak Jaya bisa pinjam ponsel nya, saya mau hubungi istri saya, pasti dia lagi khawatir di rumah pak, ponsel saya lowbat?." Tanya Langit.
" Aduh maaf pak, ponsel saya juga mati." Jawab pak Jaya.
" Ya sudah kita rebahan aja pak jaya nunggu normal percuma memaki-maki juga buang-buang energi saja." ucap langit setelah melihat penumpang mobil di depannya yang berteriak-teriak.
__ADS_1
Jalanan aspal hitam sudah tak terlihat lagi karena genangan air yang tinggi laksana sungai meskipun sudah revitalisasi gorong-gorong tapi karena curah hujan tinggi dan tanah serapan kurang jadi air melimpah ke jalan.
Tepat pukul 22.30 malam Langit baru saja sampai di rumah nya, hujan pun sudah berhenti, menyisakan udara dingin menusuk tulang.
Langit membuka pintu menggunakan kunci cadangan, terlihat Senja tidur dengan kondisi terlentang di sofa dengan kaki tersampir di atas bantal sofa, sebuah kebiasaan baru yang Langit ketahui.
Langit berjongkok memperhatikan istrinya yang tidur dengan tenang wajah yang cantik alami tanpa makeup bulu mata panjang dan lentik alisnya hitam dengan bentuk asli tanpa dicukur.
Langit terus memandangi wajah senja yang putih mulus kedua pipinya terbit semburat pink yang akan berwarna merah jika siang terkena sinar matahari. Langit mengecup bibir ranum istrinya yang tidak tipis juga tidak tebal itu dia perlahan menggendongnya menuju kamar di lantai atas.
Rasa lelah yang di rasakan tubuh nya, membuat Langit langsung ikut terlelap, tidur dengan perasaan damai dan tenang satu selimut dengan anak dan istri tercinta nya.
__ADS_1
Keesokan harinya langit pulang dari masjid langsung berlari kecil menaiki tangga menuju kamar dia melihat senja sedang mengaji di atas sajadah beralaskan karpet empuk langit langsung merebahkan kepalanya di pangkuan senja yang duduk bersila dia tidur miring memeluk perut istrinya yang berbalut mukena.
Senja yang kaget sejenak menghentikan bacaannya setelah posisi nyaman dia melanjutkan kembali mengaji suaranya yang lembut dan merdu membuat langit peta dan meresapi ayat demi ayat yang mengalun dari bibir istrinya.
" Shodaqollahul Adziim." Senja menutup Al Qur'an dan menciumnya.
" Mas semalam pulang jam berapa, kok aku tidak tahu bangun subuh sudah di kamar." Senja membelai rambut suami nya penuh sayang.
" Maaf sayang, kamu menunggu sampai ketiduran ya, mas baru sampai rumah pukul 22.30 malam, mobil terjebak macet karena jalan banjir, ada beberapa mobil yang mogok jadi menghalangi jalan, ya akhir nya kita hanya bisa rebahan di dalam mobil nunggu derek selesai evakuasi mobil mobil yang mogok.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...