
Nita tak peduli dengan keadaan Mona, yang dia pedulikan adalah keadaan sang suami. Meskipun kecewa yang iya rasakan,tapi rasa cinta yang begitu dalam mengalahkan kekecewaannya.
"Kasihan mbak itu harus melihat suaminya kecelakaan di depan matanya sendiri. Pasti wanita yang bersama suaminya adalah selingkuhan nya."Ucap Salah satu bapak yang ikut membantu Nita.
Ambulan pun berjalan cepat menuju rumah sakit terdekat. Fajar sudah dipasang alat sederhana yang ada di dalam ambulan untuk pertolongan pertama. Nita masih menangis terisak mendampingi suaminya.
"Mas bangun mas, jangan tinggalin aku. Hik...hik.." Ucap Nita lirih dengan mengguncang pelan tubuh suaminya.
"Sabar bu." Ucap petugas yang menenangkan Nita.
Setelah beberapa menit,ambulanpun tiba di rumah sakit terdekat. Mobil berhenti di depan IGD. Petugas menurunkan brankar Fajar untuk di bawa ke IGD dan di ikuti brankar Mona yang juga akan di bawa ke sana.
Nita mengikuti suaminya. Wajahnya merah ketika melihat kearah Mona yang juga tak berdaya dengan banyak luka di tubuhnya.
"Dokter tolong selamatkan suamiku." Pinta Nita setelah suaminya masuk ke dalam ruang IGD.
"Sabar bu, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan suami ibu. Ibu tunggu di luar terlebih dahulu."Jawab dokter laki-laki yang sudah tak muda.
Dokter tersebut dan diikuti beberapa dokter masuk ke dalam ruangan. Nita pun teringat Riri.
Dia pun menelponnya untuk menemaninya yang rapuh ini.
Tut..tut..
__ADS_1
"Halo, gimana Nit?" Jawab Riri setelah mengangkat telponnya.
"Hik... hik.... hik, Ri mas Fajar kecelakaan Ri."Jawab Nita dengan terisak.
"Ya Allah, sekarang gimana keadaannya?" Tambah Riri yang kaget dengan berita tersebut.
"Dia masih di periksa dokter Ri." Jawab Nita "Kamu sekarang di rumah sakit mana,biar aku susul." Pinta Riri yang merasa kasihan dengan sahabatnya.
"Di RS. Xxxxxx Ri."Jawab Nita.
" Ok aku berada tak jauh dari sana. Aku akan segera kesana. Kamu tenang dulu Nit." Jawab Riri.
Mereka pun mengakhiri telpon mereka. Nita masih setia menunggu suaminya. Tak beberapa lama, dokter keluar dan menemui Nita di depan.
"Keluarga korban?" Tanya dokter.
"Apakah mbak kenal dengan perempuan yang juga korban kecelakaan tadi?" Tanya dokter memastikan.
"Ya dok, saya kenal dia teman saya." Jawab Nita dengan nada yang susah keluar dari tenggorokan nya ketika mengakui kemhali Mona sebagai sebagai temannya.
"Maaf mbak, korban sekarang kondisi nya sangat kritis, pasien membutuhkan donor darah secepatnya karena saat ini ada janin yang berada di rahim nya, dandi rumah sakit ini hanya ada 2 kantong darah, sedangkan pasien membutuhkan 4 kantong darah." Ucap sang dokter.
deg..
__ADS_1
Seperti suara petir yang menyambarnya.
"Maksud dokter apa?" Tanya Nita memastikan.
"lya mbak, korban sedang hamil kemungkinan usia janin nya baru 1 bulan. dan tolong beritahu saya kalau sudah ada pendonor darah buat pasien, golongan darah pasien adalah O."Jelas dokter.
Nita pun memerosotkan tubuhnya di dinding rumah sakit. Bak petir yang menyambar tubuhnya. Pedih yang ia rasakan.
Dimana dia harus mendengar kabar yang menambah rasa kekecewaannya. Nita pun menangis terisak.
Tak berselang lama, Riri pun tiba..Dari kejauhan dia melihat Nita yang duduk di bawah lantai dengan bersandar di tepi dinding rumah sakit. Riri pun berlari untuk menghampirinya.
"Nit.."Sapa Riri.
Nita pun menengok ke atas dan berdiri.
"Ri, hik...hik..mereka tega sama aku. Mereka sudah mengkhianati aku."Adu Nita yang terisak di pelukan Riri.
"Sabar Nit, ini cobaanmu."Jawab Riri dengan menepuk pundak Nita.
"Mo...na ha....mil Ri....
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....