Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 67


__ADS_3

" Kan aku sudah cerita, Mesya itu seperti perempuan sok suci, tidak seperti kamu, selama aku menjalin hubungan dengan nya, tidak pernah sekalipun aku bergandengan tangan dengan nya, apa kamu tahu jawaban nya kalau aku memegang tangan nya, kita bukan muhrim, tidak pantas laki laki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan berpegangan tangan, itu jawab nya." ucap si laki laki


" Dasar perempuan tidak tahu untung, apa dia tidak berfikir bagaimana kalau nanti kamu meninggalkan nya, aku saja sejak awal kamu kenal kan sama dia, aku langsung ilfil, jaman sekarang tidak ada perempuan yang tidak mau berpegangan tangan, ciuman dan **** adalah sebuah kebutuhan saat berpacaran bahkan hal itu mereka tunjukkan kalau memang mereka saling mencintai." ucap si perempuan


Meskipun terus terusan Mesya mengucap istigfar di dalam hati nya, rasa kecewa sudah mencapai ujung ubun ubun nya, dengan langkah tegap dan tanpa tangisan Mesya maju dan melihat siapa mereka.


" Kak Daniel, Caca hai, lagi apa kalian di sini?." Tanya Mesya dengan datang secara tiba tiba di hadapan mereka, bahkan mereka tidak tahu kalau sejak tadi Mesya berada di belakang mereka.


Dengan cepat Daniel melepas tangan kanan nya yang sedang merangkul bahu Caca dan tangan kiri nya lagi bermain di puncak salah satu gunung Caca.

__ADS_1


Sedangkan Caca sama hal nya dengan Daniel, sama sama terkejut dan segera merapikan pakaian nya lagi.


" Mesya." ucap Daniel dan Caca bersamaan.


" Kamu lagi ngapain di sini Sya?." Tanya Daniel


" Tidak apa apa Sya." Jawab Caca sambil menunduk


" Kak, aku minta maaf sebelum nya ke kakak, mungkin ini sudah takdir yang harus kita berdua jalani, jujur aku sebenar nya sering bertanya tanya ada apa dengan hubungan kita berdua, saat aku bertanya sama kakak mengenai pernikahan, kakak selalu cepat cepat mengalihkan topik pembicaraan, aku tidak mau berbicara banyak banyak kak, aku putus kan mulai sekarang aku melepas kakak, cari lah kebahagian kakak yang sesungguh nya, aku pun juga akan seperti itu, mencari kebahagian aku yang sesungguh nya, mengenai keluarga kita, kakak tidak usah khawatir, biarkan aku yang berbicara dengan mereka, dan untuk kamu Ca, selamat ya, sejak awal aku sudah tahu kalau kamu ada hati sama kak Daniel, sebenar nya aku ingin kamu bilang sama aku Ca, andai saja kamu mengatakan sejak awal pasti tidak ada hati yang terluka, kalau sudah begini pasti kamu lah yang terluka Ca, aku dengan mudah nya menerima lamaran kak Daniel kepada ku, tapi sudah lah yang lalu biarlah berlalu, segera kalian berdua menikah, aku tunggu undangan nya, aku pamit ya kak, dan ini aku kembalikan karena aku sudah tidak berhak lagi." Ucap Mesya panjang lebar dan akhir nya mengembalikan cincin yang tersemat di jari manis nya itu.

__ADS_1


Mesya berlalu pergi dari hadapan dua orang yang telah menyakiti hati nya, tapi Mesya kuat di hadapan mereka, tidak ada tangisan pilu yang Mesya perlihat kan di hadapan dua orang tersebut, Mesya melangkah kan ke dua kaki nya dengan ringan serta dada yang tegap dan menjawab tatapan Ovi dengan senyuman.


Ovi sejak tadi sudah melihat dan mendengar dengan mata dan telinga nya secara langsung...


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2