Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 34


__ADS_3

Siapa sih dia, tapi aku pemasaran, aku datangi saja deh. Aku tata kembali meja ku, tidak lupa pula aku memoles wajah ku lagi, agar terlihat fress nanti nya.


Tiba di restoran ku sapukan pandangan mencari meja no 10, Deg. Pandangan ku terkunci di meja paling pojok menghadap kaca yang di luar nya ada taman mini, laki laki itu tersenyum sambil melambai ke arah ku, reflek kaki ku mendekat ke arah nya dan aku terpekik kaget.


" Argggh Niko, beneran kamu Niko kan?." Aku teriak tertahan karena takut jadi perhatian orang.


" Yes sweety, aku Niko." Ucap laki laki yang bernama Niko. Kami berpelukan sambil tertawa bahagia karena 3 tahun lama nya tidak bertemu.


" Kamu kapan datang dari Jepang, kenapa pergi tidak pamit, nomer mu juga tidak aktif, kata nya sahabat masa sahabat kayak jaelangkung." Aku memberondong pertanyaan dengan muka cemberut kesal.


Dia malah tertawa terbahak bahak, kan aku tambah kesal jadi nya.


" Jadi bingung jawab yang mana." Jawab Niko lagi lagi dengan tertawa.


" Aku tiba di Jakarta seminggu yang lalu.

__ADS_1


" Tahu dari amna aku ada di sini dan nomor ku juga?." Tanya Devi


" Meskipun aku di luar negeri, aku selalu tahu kabar tentang mu." Jawab Niko dengan tersenyum.


" Cih kamu memang sahabat yang menyebalkan, kami udah seperti jelangkung." Lagi lagi aku mencibik kesal.


Niko kembali tertawa terbahak bahak sampai memegangi perut nya, cih di pikir aku pelawak apa sampai tertawa seperti itu.


" Oh iya lupa, kita belum pesan menu " Niko melambaikan tangan nya ke arah waitres. Niko memilih menu yang sama dengan pilihan ku, sambil menunggu menu datang, kami mengobrol.


" Kamu akan balik lagi ke Jepang?." Tanya ku.


" Mungkin takdir mu memang harus menetap di Jakarta, semoga jodoh mu orang sini bukan bule." Jawab ku sambil terkekeh


Tidak lama makanan pun tersaji, kami makan sambil lanjut mengobrol, banyak hal kami bicarakan, mengenang masa SMA dan kuliah dulu, tidak lupa ia juga menanyakan kabar pernikahan ku.

__ADS_1


Tidak terasa sudah 2 jam kami mengobrol, aku sudah korupsi 1 jam kerja, alhasil aku akan lembur sampai malam. Aku pamit pada Niko karena pekerjaan sudah menumpuk, kami berpisah saling berpelukan, tidak lupa berjanji saling berkomunikasi lagi.


Masuk ke ruangan ku tampak Bagus sedang berkutat dengan laptop nya.


" Sorry Gus, habis ketemu teman lama jadi lupa waktu." Ucap ku pada Bagus.


" Santai saja bu, ibu silahkan cek saja laporan yang sudah saya ketik sebelum di print." Ucap Bagus.


" Ok sekalian dengan catatan untuk presentasi besok ya." Ucap Devi


" Siap Bu." Jawab Bagus tidak terasa waktu sudah magrib, aku sampai lupa mengabari Langit, ku kirim pesan pada nya bahwa aku pulang telat karena harus lembur, pesan ku hanya di read doang tanpa balasan nya.


Aku berdiri merentangkan tangan karena pegal lama duduk di kursi, semua nya sudah selesai untuk meeting besok, aku dan Bagus keluar bareng sampai lobby dan berpisah di sana,


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2