
Pikiran El pun kemana-mana. Ada rasa takut yang melingkupinya.
Akhirnya dia kembali mengirim pesan.
📤 Me.
"Kenapa pesan Ifa nggak di balas mas, padahal mas juga sedang online? Apa El punya salah sama mas Andra, jika memang Ifa ada salah tolong bilang Ifa mas tentang kesalahan Ifa jangan diamkan Ifa seperti ini."
Hati El menjadi tidak karuan ketika pesan yang dia kirim hanya di baca oleh zafran.
"Ya Allah sebenarnya ada apa ini, tolong berikan kekuatan buat hamba untuk lebih bersabar." Do'a El di hatinya.
El tetap melihat layar ponsel nya sambil menanggapi celoteh Aya. Meskipun perasaannya tidak karuan, dia masih bisa menyembunyikan mimik wajahnya.
"Mas Andra is typing.." El semang ketika melihat layar ponsel nya jika zafran sedang menulis pesan untuknya
📩 Mas Andra.
"Kamu bisa jelasin maksud foto ini ?"
zafran membalas pesan El dengan mengirim foto yang kemarin dia terima.
"Astagfirullah hal adzim.." Teriak El setelah mendapat kiriman foto dari Zafran.
__ADS_1
Dia pun meneteskan air matanya. Akhirnya pertahanan nya jebol. Sejak dari tadi ia menahan agar air matanya tidak keluar. Dan saat ini El tak bisa menahannya.
"Ada apa nak ?" Tanya bunda yang melihat El dengan raut wajah sedih dan berkaca-kaca.
" Bunda bolehkah El tahu alamat dimana mas Andra tugas ?" Tanya El
"Lo buat apa nak ?" Tanya bunda yang masih bingung
"Nanti El cerita, tapi El mohon tolong beri tahu alamat mas Andra sekarang bun. El ingin bertemu mas Andra." Pinta El dengan menahan sesak di hatinya.
Bunda mencatat alamat Zafran di selembar kertas dan dia serahkan kepada El. Beliau ingin bertanya lebih jauh, tapi iya urungkan setelah melihat keadaan calon menantunya.
"Kalau begitu El pamit dulu ya bun, nanti setelah jelas semuanya, El akan cerita sama bunda. Tapi El mohon bunda jangan bilang sama mas Andra jika El mau kesana. Ada sesuatu yang harus El luruskan." Ucap El
El pun mencium pipi Aya dan berpamitan kepada bunda untuk pulang kerumah.
Dia akan meminta izin kepada orang tuanya untuk menyusul dimana zafran bertugas. Dia tidak mau jika masalah ini berlarut- larut dan berakibat buruk dengan hubungannya bersama Zafran.
Di jalan, El mengendarai sepeda motor nya dengan hati yang tidak tenang. Dia melaju dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah.
Setelah sampai rumahnya dan tidak melihat orang tuanya berada, El naik ke lantai atas dimana kamarnya berada. Dia memesan tiket pesawat ke tempat Zafran bertugas.
Untung ada tiket pesawat yang keberangkatannya 2 jam yang akan datang. El mengemasi pakaian yang ia bawa ke dalam tas ranselnya. Hanya ada 3 potong baju,peralatan sholat dan mandi yang dia bawa.
__ADS_1
Tidak lupa tas cangklong kecil untuk menaruh hp dan dompetnya. Setelah semua siap, dia turun ke bawah untuk pamit dan minta do'a restu kepada kedua orang tuanya.
Untuk pekerjaannya, dia akan meminta izin beberapa hari untuk menyelesaikan masalahnya. Yang utama untuk El saat ini adalah masa depannya. Tidak lupa El juga memesan Taxi online menuju ke bandara.
Dia tidak ingin merepotkan ayahnya yang sedang berlibur. Biarkan ayah nya istirahat, toh El masih bisa memesan taxi online.
El mencari keberadaan orang tuan ya di taman belakang dengan membawa tas ransel di punggung dan tas cangklong yang di taruh di depan.
"Ayah,ibu El mau minta izin menyusul mas Andra ." Pamit El ketika melihat kedua orang tua nya.
"Lo ada apa nak, kok mendadak sekali." Tanya ayah Handoko kepada putri nya.
"Ada sedikit masalah yah, El ingin meluruskannya dengan mas Andra" jawab El
"Masalah apa nak?" Tanya ibu.
"Besok El akan cerita bu, tapi El terburu-buru karena pesawat akan take off 2 jam lagi." Jawab El
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1