
Setelah beberapa lama menunggu dokter akhir nya keluar dari ruangan rawat inap pak Asep dengan wajah yang datar yang tidak bisa di artikan lalu menemui ayah Ray yang sedari tadi sudah menunggu di depan pintu ruangan rawat inap pak Asep.
" Bagaimana dengan kondisi pak Asep dok?." tanya ayah Ray
" Alhamdulillah pasien sudha sadar sepenuh nya, cuman kondisi nya masih belum stabil dan sangat lemah." Kata dokter dengan rat wajah sedih.
" Baik lah dok terima kasih, apa kami sudah bisa menjenguk pak Asep." Tanya ayah Ray.
" Tentu saja tuan, kalau begitu saya permisi dulu tuan." Mata dokter tersenyum lalu pergi meninggalkan Bunda, Ayah, Bu Tia, Langit, Alvin dan Senja yang sudah berjalan masuk ke dalam ruangan rawat inap pak Asep untuk melihat kondisi nya.
Terlihat lam Asep masih dalam kondisi yang sangat lemah, alat alat medis yang ada di tubuh nya masih terpasang, setidak nya mata nya kini telah terbuka tidak seperti keadaan Arka yang masih betah dalam tidur panjang nya.
" Pas Asep bagaimana keadaan pak Asep?." Tanya ayah Ray sedih.
__ADS_1
" Sa ya ba ik ba ik tu an." Jawab pak Asep terbata bata.
" Apa yang pak Asep rasakan saat ini, apa ada yang terasa sakit." Tanya Ayah Ray lagi, terlihat pak Asep mengerutkan dahi nya, pak Asep tiba tiba merasakan sesak lalu hilang begitu saja.
" Tidak apa apa tuan, hanya terasa sesak saja di bagian dada." Kata pak Asep sedikit lancar setelah rasa sesak di dada nya menghilang, Pak Asep mengalami sesak nafas karena salah satu efek dari benturan keras saat terjadi nya kecelakaan itu.
" Sudah lah Pak Asep, sebaik nya pak Asep jangan banyak bicara dulu, lebih baik pak Asep istirahat saja dulu sampai kondisi pak Asep benar benar pulih." Kata Ayah Ray di balas anggukan oleh Pak Asep.
" Pak Asep lekas sembuh ya." Kata bunda Mesya sedih di balas anggukan dan senyuman dari pak Asep.
Tunggal Senja dan Bu Tia yang mendampingi dalam ruangan.
" Ayah, bagaimana keadaan ayah sayang?." Tanya ibu yang mata nya sudah mulai berkaca kaca.
__ADS_1
" Ayah baik baik saja kok bu, jangan menangis ya." Ucap ayah pelan, tatapan pak Asep terhenti pada gadis kecil nya yang sudah beranjak dewasa yang amat ia rindukan begitu pun dengan jagoan kecil nya tapi Adam belum datang ke rumah sakit karena masih sekolah.
" Kemarilah nak, mendekat lah pada ayah!." Pinta pak Asep lalu Senja mendekati ayah nya dan menggenggam jemari ayah nya.
" Ayahhhhhhh hiks hiks hiks." Tutur Senja dengan tangisan yang sudah tidak bisa di bendung lagi.
" Hey, anak ayah ini kenapa ikut menangis, anak ayah itu tidak boleh nangis, harus kuat doank, ayah kan belum meninggal kenapa kamu tangisin." Goda pak Asep sambil mengusap usap kepala Senja yang berlapis hijab panjang.
" Ihhh, ayah kok ngomong begitu sih?." Tanya Senja. Akhir nya mereka pun ngobrol, Senja menceritakan semua tentang toko dan hal lain nya, pak Asep pun ....
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...