
Siska juga sudah tahu alasan Langit dari Mesya, tapi Siska tidak sesabar Mesya, Siska mulai terang terangan berada di kubu Ray dan Adam, sebenarnya Siska tidak tega pada Langit, tapi kalau Langit terus terusan mengalahkan dengan Devi, maka harga sendiri sebagai suami pasti akan terinjak injak, dan Siska tidak mau itu, Siska ingin anak nya itu bahagia.
" Jangan sampai kamu menyesal nanti nya mengabaikan keluarga demi ambisi karier. contoh nya mama dan bunda mu. kami dulu bekerja, setelah kami menikah, kami berdua memutuskan untuk tidak bekerja, padahal ayah dan papa mu tidak pernah menyuruh kami berhenti bekerja, tapi kami berdua lebih memilih keluarga, keluarga adalah no 1 bagi kami berdua, fokus mengurus keluarga, suami dan anak anak ter urus, papa dan ayah mu jadi tenang meninggalkan keluarga nya untuk mencari nafkah, sedangkan kamu, belum kerja, belum anak, apa bisa kamu terus seperti ini, iya saat ini kamu bisa bilang masih sanggup, tapi kamu tidak tahu lagi 1 bulan, satu tahun berapa tahun lagi apa kamu masih sanggup dengan istri mu yang penuh dengan ambisi. Nak, jangan kamu anggap kalau papa dan ayah membenci mu, atau bahkan tidak mau membantu mengasuh Ara, tapi lihat lah Ara, dia butuh sosok seorang ibu, bunda, mama, Sasi dan Azell bisa saja menjadi sosok ibu bagi Ara, tapi di dalam hari Ara pasti ada kekosongan di hati nya." ucap papa panjang lebar.
Langit hanya diam saja mendengar ceramah dari Iya papa nya yang entah lah sudah keberapa ratus kali di ulang, yang pasti nya bikin telinga panas.
" Iya pa, nanti akan aku bicarakan lagi dengan Devi." Langit memilih tidak berdebat dengan papa nya karena kan tahub nanti nya berlanjut ke ceramah yang lebih panjang lagi.
" Kalau begitu Langit pamit dulu ma, mau ajak Ara ke kantor, ayo sayang salim dulu sama oma, opa dan aunty." Langit selalu mengajarkan anak nya bersikap sopan pada siapa pun, tidak hanya pada keluarga nya saja tapi juga pada orang orang yang bekerja pada nya tanpa memandang status, itu adalah salah satu dari ajaran bunda nya dulu dan selalu Langit terapkan dan ingat selama ini.
__ADS_1
" Dadah cantik......." Sasi mencium pipi gembil keponakan nya itu dengan gemas, di balas dengan ocehan tidak jelas Ara karena masih belajar berbicara.
" Langit pergi dulu ya ma pa...Assalamualaikum." ucap Salam Langit.
" Walaikumsalam." JAwab serempak. Langit melangkahkan kaki nya keluar dan menuju mobil nya, tangan kanan nya memangku dan tangan kiri nya menenteng tas perlengkapan anak nya. Ara duduk di dudukan di kursi belakang yang sudah terpasang baby car seat.
" SIap den, lets go nona kecil..." ucap pak Asep yang menoleh kebelakang yang di balas anak itu dengan tertawa senang.
Mobil pun berjalan perlahan keluar gerbang rumah besar orang tua Langit, menyusuri jalan perumahan yang asri dan rindang dengan pepohonan yang berjejer di sepanjang jalan.
__ADS_1
Kemudian menuju jalan besar membelah jalan raya kota Jakarta yang hiruk pikuk nya dengan berbagai kendaraan.
Butuh waktu 45 menit menuju kantor yang berpusat di Mall Dep Store yang berlantai 5.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1