Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 66


__ADS_3

......mungkin kamu tahu dengan masalah rumah tangga saya sebelum nya, saya tidak akan melarang kamu untuk bekerja, bermain bahkan berbelanja, tapi 1 hal yang ingin kamu mengerti dan kamu jalankan, saya hanya ingin kamu ada di rumah saat saya pulang bekerja itu saja." ucap Langit dengan tegas


" Pak, apa yang membuat bapak memilih saya untuk menjadi ibu sambung bagi Ara, jujur saya melihat mantan istri bapak yang begitu sempurna, dan saya merasa rendah diri kalau di sandingkan dengan mami nya Ara, bahkan se ujung kuku pun saya tidak layak untuk bersaing dengan mami nya Ara." ucap Senja


" Kamu dengar sendiri kan ucapan bunda tadi, semua itu di nilai dari Akhlak pribadi orang, bahkan Ara sejak kecil tidak pernah dekat sama mami nya, sedangkan maaf kamu orang yang baru di kenal sama Ara tapi Ara dengan mudah nya bisa berbaur dengan kamu, pasti kamu masih ingat kan dengan awal pertemuan kamu dengan Ara di toko?." tanya Langit dan Senja mengangguk kepala nya.


" Kamu adalah orang baru pertama yang di kenal oleh Ara dan kamu tahu sendiri Ara bagaimana dengan kamu, saat itu memang aku tidak berfikir Kemana mana karena posisi saya masih memiliki istri, pantang bagi saya menjalin hubungan dengan orang lain kalau saya masih berstatus suami seorang perempuan bahkan semaki hari kamu begitu dekat dengan Ara, di saat saya berpisah dengan mami nya Ara jujur hati ini terluka begitu amat dalam bahkan sampai sekarang pun luka itu masih basah, dan kenapa saya memberanikan diri untuk menikah dengan mu meskipun belum ada cinta di hati ku untuk kamu, tapi aku yakin kalau kamu bisa menyembuhkan luka ku ini, kedekatan kamu dengan Ara, kebanyakan ibu sambung di luaran sana pasti baik di awal dan saat sudah menikah pasti anak sambung nya itu tidak akan di perduli kan lagi." ucap Langit.


" Nah, kenapa bapak bisa yakin kalau saya tidak seperti ibu sambung yang di luaran sana?." tanya Senja.

__ADS_1


" Karena kamu putri dari pak Asep dan Bu Tia, saya yakin kalau pak Asep dan Bu Tia tidak akan salah mendidik ke dua anak anak nya." jawab Langit.


Senja memandang ibu sekilas dan adik nya, dua orang yang berharga di hidup nya dan satu orang yang berharga di hidup nya masih ada di dalam dengan kondisi yang masih mengkhawatirkan.


Ibu dan adik nya tersenyum menunjukkan kalau mereka mengembalikan semua keputusan di tangan diri nya sendiri.


" Alhamdulillah terima kasih sudah menerima lamaran saya." ucap Langit.


Semua orang di sana tersenyum dan sejenak melupakan kesedihan mereka semua.

__ADS_1


Ceklek


pintu ICU terbuka....


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2