
Nita pun mengganggu kan kepalanya.
"Sayang boleh pukul mas atau cakar mas buat meredakan sakit mu." Pinta Fajar kepada istrinya.
Dia merasa kasihan kepada Nita yang sangat kesakitan dalam proses persalinan.
Nita hanya melihat sekilas sang suami dengan mendengarkan aba-aba dokter yang menanganinya dengan mencangkar tangan sang suami yang setia menggenggam tangannya sebagai pelampiasan rasa sakit yang sedang ia rasakan
"Maafin aku Yank, yang sudah nyakitin kamu. Tanpa melihat ketulusan hatimu mencintaiku dan begitu sabarnya kamu merawat ku di saat aku jatuh, apalagi kamu menerima Ben dengan tangan terbuka, dan memberikan kasih sayang layak nya seorang ibu kandung kepada putra nya Dan sekarang kamu berjuang melahirkan buah hati kita. Maafkan suamimu yang berdosa ini." Ucap Fajar dalam hati dengan mata yang basah melihat perjuangan sang istri dan mengingat kesalahan yang fatal dia kepada Nita.
"Ayo lagi bu, tarik napas dan keluarkan." Ucap sang dokter memberi aba-aba.
"Huh..hah.,mas nggak kuat." Ucap Nita dengan mata berkaca-kaca.
"Ayo sayang, pasti kamu bisa." Jawab Fajar memberikan semangat kepada sang istri dengan mengelus lembut rambutnya.
"Sebentar lagi bu, ini kepalanya sudah terlihat." Ucap sang dokter
"Aaaaaahhhhhh.." Teriak Nita.
Dia merasakan ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya.
"Oek..oek...oek. ." Tangisan bayi pun pecah di dalam ruangan bersalin.
__ADS_1
"Selamat bu, bayinya perempuan." Ucap sang dokter sambil menggendong bayi mungil yang masih berlumuran darah.
"Mas...anak kita mas..anak kita." Ucap Nita yang menangis bahagia melihat sang putri.
"lya sayang itu anak kita. Terima kasih sayang sudah berjuang untuk anak kita." Jawab Fajar dengan mencium seluruh wajah Nita.
Tak lupa dia pun ikut menangis bahagia melihat sang putri.
"Terima kasih dokter dan suster." Ucap Fajar.
"Silahkan di adzani dulu pak." Pinta sang dokter sambil menyerahkan buah hati Fajar.
"lya dok." Jawab Fajar sambil mengambil alih putrinya dengan tangan gemetar dan penuh kehati-hatian.
Tak lupa dia mencium sang putri yang masih merah. Putri Fajar dan Nita pun hanya mengeliat sebentar sambil menutup matanya.
"Silahkan dok, dan sekali lagi terimakasih." Ucap Fajar dengan menyerahkan kembali putrinya kepada sang dokter.
"Sudah menjadi tugas kami pak, bu." Jawab sang dokter.
Kami bersihkan dulu ya pak bu setelah itu kami bawa kesini kembali untuk IMD." Ucap dokter dengan memberikan bayi Nita kepada suster yang membantunya dalam proses persalinan.
"lya dok." Jawab Fajar.
__ADS_1
Sedangkan Nita hanya mengangguk karena keadaannya yang lemah pasca melahirkan.
Dokter pun membersihkan dan merawat Nita paska melahirkan.
Sedangkan Fajar masih setia menemani sang istri. Setelah semuanya bersih, Nita di pindahkan di kamar pasien di ruang VVIP.
Fajar memesannya untuk sang istri agar merasa nyaman.
Tak berselang lama, putri mereka pun di antar keruangan mereka.
"Silahkan bu untuk proses IMD." Ucap suster sambil memposisikan putri Nita di dada Nita agar secara alami dapat mencari pabrik produksi makanan untuknya.
Bayi Nita pun seperti sudah panggilan alam, dia pun mencari pabrik asinya dan kemudian bisa menemukannya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain ya kak
__ADS_1