Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 111


__ADS_3

Author POV.


Senja membuatkan pisang bakar keju dan minuman coklat panas untuk Langit dan Ara yang sedang berenang, Minggu pagi ini suami nya mengajak anak nya berenang di kolam renang yang berada di samping rumah nya


Setelah memakan pisang bakar, keluarga kecil Langit sedang dalam perjalanan menuju rumah ke dua orang tua Senja.


30 menit sudah mereka sampai di rumah ke dua orang tua Senja.


" Om Adam, Ara bawa Kerayon banyak." Teriak Ara yang baru turun dari mobil langsung berlari menghampiri Adam yang sedang main gitar di teras.


" Eh eh kakak Salim dulu dong mewarnai." Ucap Langit, dan Adam dengan gemas nya mengangkat tubuh Ara dan mengayun ayunkan ke kanan dan ke kiri sampai Ara tertawa terpingkal pingkal


" Pantesan ada suara rame, ternyata ada cucu nenek kesini." Ibu muncul dari dalam di susul ayah di belakang nya, Senja dan Langit menyalami ke dua nya setelah mengucapkan salam.


" Kakak Salim dulu sama kakek dan nenek." Ucap Langit menarik Ara yang berlarian dengan Adam di halaman rumah, semua tertawa melihat tingkah Ara


" kakak lagi hamil ya?." Tanya ibu yang memperhatikan Senja dari kaki sampai kepala.


" Eh tidak bu, maksud kakak belum tahu, belum di tes, memang nya kelihatan bagaimana Bu?." Ujar Senja sambil menggaruk kepala nya.


" Langit juga sependapat sama ibu loh, tadi pagi bilang begitu." Sahut Langit sambil mengambil gitar karena Adam bermain dengan Ara.


" Ibu mah yakin kakak hamil, ibu melihat ada perubahan di tubuh kakak, ini sama ini." Ucap ibu sambil menunjuk pipi dan dada Senja.

__ADS_1


" Biar yakin nanti kakak beli tespack saja ya." Lanjut ibu, Senja mengangguk setuju.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Sore hari nya, Keluarga Langit pamit undur diri untuk pulang, Ara di dalam mobil langsung tepar karena tadi tidak bobok siang, mobil Langit berhenti di sebuah apotik untuk mengantarkan Senja membeki testpack.


" Mas tunggu di mobil saja ya, jagain kakak." Ucap Senja saat akan turun.


" Iya sayang, santai saja jangan buru buru jalan nya." Sahut Langit.


Sebelum magrib, mereka sudah sampai di rumah, Langit menggendong Ara lalu menidurkan di kamar nya.


" Yank, coba tes sekarang, mas sudah penasaran." Ujar Langit saat memasuki kamar nya, nampak antusias.


" Tapi kata nya sebaik nya urin pagi hari mas." Sahut Senja yang sedang membaca cara pakai yang tertera di sampul kemasan.


Senja mengangguk patuh.


Langit berdiri mondar mandir di depan kamar mandi, sudah 15 menit, Senja belum juga keluar.


" Sayang sudah belum. "Langit berteriak dari luar kamar mandi, tidak ada sahutan.


" Yank, mas masuk ya?." Langit mulai cemas, dia sudah memegang handle pintu tapi lebih dulu di buka dari arah belakang.

__ADS_1


Senja keluar dengan menunduk sedih.


" Maaf mas." Ucap Senja lirih. " Hei sayang, tidak apa apa, sayang jangan sedih, mungkin belum rejeki, nanti kita coba lagi ya, sampai bisa.


" Langit memegang ke dua bahu Senja untuk memberi kekuatan.


" Ini mas..." Senja menyerahkan ke dua testpack yang di pegang nya, masih dengan menundukkan kepala. Langit menerima nya dengan perasaan tegang.


Deg


deg


deg


deg.


Deg.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Hayo apa hasil nya


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2