Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 207


__ADS_3

" Bik,." panggil Ray.


" Bibik sudah iklas Ray, semoga amal ibadah paman di terima oleh Allah, bibik mau bertemu dengan dokter nya Ray." pinta Bibik


" Ada apa bik?." tanya Ray tapi tetap mengajak bibik nya untuk bertemu dengan Tio


" Silahkan duduk Nyonya," ucap Tio yang mempersilahkan istri dari korban kecelakaan.


" Dok, apa kondisi organ almarhum suami saya masih sehat?." tanya bibik


" Maksud dari nyonya,?." tanya Tio pada bibik


" Begini dok, jika organ dari suami saya terutama jantung, masih berfungsi dengan baim, tolong berikan dapa Langit cucu kami, saya ingin di sisa hidup suami saya, suami saya masih bisa berguna untuk untuk orang lain terutama cucu nya, apa bisa Langit menerima jantung dari suami saya, suami saya bukan perokok, bukan peminum, cuma dia hanya haus akan harta saja." Jawab bibik


Tio memandang Ray, meminta untuk menjawab mengiyakan atau menolak ucapan dari bibik.

__ADS_1


Ray yang tahu dari tatapan dari Tio menganggukan kepala nya.


" Baik nyonya, dari keluarga korban sudah memberikan ijin, sebentar lagi pihak kami akan menyiapkan berkas berkas nya, dan nanti nyonya hanya menandatangani nya saja, setelah itu kami akan melakukan operasi, dan mengenai kondisi Langit, Langit sehat dan hari ini juga ia bisa melakukan operasi tersebut." jawab Tio


" Terima kasih dokter, kalau begitu saya akan menunggu nya." jawab bibik


Ke esokan hari nya, Langit yang telah melakukan operasi mata nya masih terpejam dan di sisi nya ada mama dan bunda nya, sedangkan papa dan ayah nya mengurusi pemakaman sang kakek serta ibu dan mama nya Adam menemani bibik di rumah yang sedang berbela sungkawa.


Beberapa bulan kemudian


Lebih tepat nya usia kandungan Mesya yang menginjak 8 bulan, setelah bulan lalu mengadakan acara 7 bulan nan, Mesya sudah tidak di ijin kan bekerja, Mesya hanya bisa pasrah saja, setiap melakukan USG yang terlihat hanya 1 bayi saja, tapi kondisi perut Mesya sangat lah besar, bahkan mommy yang sekarang sudah tinggal sementara dengan Mesya juga bertanya tanya, ia ingat saat hamil anak kembar 4 nya, tapi mommy hanya diam saja, mommy takut kalau membuat Mesya cemas dalam menghadapi persalanin nya nanti, tidka hanya mommy, ibu bahkan ikut tinggal di rumah Mesya, kakak nya Ray sudah melahirkan dan sekarang masih tetap tinggal serumah dengan ibu dan ayah nya.


" Bang." panggi Mesya yang menepuk pipi sang suami.


" Apa sayang, ada yang sayang ingin kan, apa biar abang cari hm.." jawab Ray dengan duduk

__ADS_1


" Tidak bang, tapi perut Syasya tiba tiba sakit bang." ucap Mesya dengan manahan sakit nya.


" Apa, sebentar sayang, abang panggil kan mommy dan ibu." jawab Ray yang langsung berlari menuju kamar mommy dan ibu tanpa melihat penampilan Ray yabg hanya memaki celana pendek yang sering di sebut kolor dengan bertelanjang dada.


Tok tok tok


" Mommy." panggil Ray. mommy yang baru saja menyelesaikan sholat tahajud nya langsung membuka pintu, dengan masih menggunakan mukenah nya mommy membuka pintu.


" Ada apa Ray." jawab mommy


" Mom, Syasya perut nya sakit." jawab Ray


" Ok, kamu tenang dulu Ray, sekaranv bangunkan ibu kamu juga ya, mommy lihat Mesya dulu." jawab mommy kembali masuk untuk melepas mukenah nya.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2