Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 54


__ADS_3

" Alhamdulillah, terima kasih ayah sudah melangkah terlebih dahulu untuk menyelesaikan ini semua, dan mengenai hal itu, ya Ran akan ikut menemui dia, Ran ingin tahu apa tujuan nya, sampai harus merenggut nyawa Aisyah." ucap Zafran.


Dimas sangat senang karena istri nya juga sudah melahirkan anak laki laki, sedangkan Amar masih setia dengan kesendirian, ia masih belum memikirkan untuk menikah, karena ia ingin membahagiakan ke dua orang tua nya dan menunggu adik nya lulus dari kuliah nya, barulah ia akan memikirkan diri nya sendiri.


Namun hal itu tidak membuat persahabatan mereka pecah, yang jelas persahabatan mereka semakin erat.


Dimas meminjamkan mobil nya untuk di pakai oleh keluarga Zafran dari pada harus membeli atau menyewa.


Zafran sampai saat ini masih belum mau untuk mengendari mobil, apalagi memiliki mobil dengan merk yang sama, ia masih teringat dengan mendiang almarhumah istri nya, bahkan perabot rumah pun Zafran jual agar tidak teringat juga.


Mereka semua berbincang bincang sampai suara gelak tawa terdengar dari luar rumah, Dimas dan Amar juga ikut bergabung di sana, karena mereka semua di sana saat ini merasa bujangan, karena tidak ada istri di sisi mereka semua.

__ADS_1


Ke esokan hari nya, setelah Zafran melakukan apel pagi ia langsung bergegas pulang karena semua keluarga nya berkumpul di rumah, Zafran mendapatkan cuti 2 Minggu dan ini akan ia buat untuk bermain dengan putri kecil nya.


Namun sebelum pulang ke Jakarta, ia harus menyelesaikan peristiwa yang telah merenggut nyawa ke dua mertua serta istri tercinta nya.


Mereka semua menggunakan mobil Dimas menuju kantor polisi, Zafran sangat penasaran dengan pelaku nya, karena ayah tidak memberitahu kan siapa sebenarnya pelaku nya, kata ayah, pelaku nya sangat dekat dengan keluarga almarhumah istri nya.


15 menit akhirnya mobil Dimas sampai juga di kantor polisi, mereka semua turun satu persatu, di sana juga sudah ada om Juna dan Om Sandi yang sudah menunggu sejak tadi, setelah bersalaman mereka masuk, hanya Zafran, Ayah, Om Juna dan Om Sandi di dampingi pengacara keluarga mereka sedangkan yang lain nya hanya menunggu di luar saja, sebenar nya mereka semua sudah tahu siapa pelaku sebenarnya, namun mereka tidak mau memberitahukan kepada Zafran, mereka takut kalau ia akan semakin terguncang setelah tahu siapa orang nya.


Di dalam. ruang an tunggu, Zafran sudah duduk di sofa dan di depan nya ada meja panjang, sedang kan salah satu anggota polisi memanggil tersangka untuk mengajak nya ke depan.


Langkah kaki terdengar semakin jelas, menandakan kalau ada beberapa orang yang berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


Zafran langsung menaikkan kepala nya yang semula menunduk ke bawah.


Deg


Jantung Zafran berhenti sejenak, karena ia begitu terkejut dengan orang yang ada di depan nya, orang yang sudah memakai baju tahanan. kaki dan tangan nya tiba tiba bergetar hebat


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Untuk kakak kakak semua, saya mohon maaf karena kemarin up nya sedikit, karena lagi tidak enak badan, Insya Allah hari ini akan up banyak, oha iya untuk pemenang Giveaway beberapa hari yang lalu apa sudah di terima semua nya ya kak, karena saya sudah mengirim dan belum saya informasikan kepada kakak semua.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


__ADS_2