Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 142


__ADS_3

Para oranh tua serta kerabat mereka yangs edari tadi menunggu pengantin baru hanya bisa menggelengkan kepala sambil tertawa, bagaimana tidak sekarang sudah tepat pukul 9 pagi, ke dua pengantin tidak ada yang turu untuk mengisi perut nya.


Semua nya akhir nya mengambil keputusan kalau akan meninggkan kedua pengantin tersbeut, karena sebentar lagi kerabat dari Ray akan pulang, begitu pun dengan kelaurga Mesya, semua nya harus segera pulang karena esok para laki laki segera bekerja untuk mencari nafkah buat istri dan anak mereka masing masing.


kita kembali ke dalam kamar ke dua pengantin lagi ya.


Ray yang bangun duluan melihat wajah sang istri yang begitu damai saat tertidur begini, rasa nya engan untuk membangukan sang istri karena pasti istri nya ini sangat capek sekali.


Ray kembali masuk ke dalam selimut dan bergabung dengan sang istri, Ray yang tidak sengaja memegang paha sang istri yang tidak terlapisi apa pun kaget dan bergejolak.


"Sayang." Panggil Ray dan Mesya pun terbangun.


" Ada apa bang." Tanya Mesya.


Mesya yang melihat pandangan sang suami begitu sayu seperti orang yang menahan sesuatu.

__ADS_1


" Sayang sekali lagi ya, abang janji akan pelan pelan." ucap Ray


" Ya Allah bang, masih mau lagi." Tanya Mesya yang tidak percaya dengan suami nya itu, kenapa setelah tahu rasa nya surga dunia suami nya ini sangat mesum sekali. Pikir Mesya di dalam hati nya.


" Abang janji ini sebentar sayang, ya sayang ya." Ucap Ray memegang salah satu tangan Mesya lalu mengarahkan ke pu...sa...ka...nya yang sudah berdiri tegak.


" Abang." Pekik Mesya yang kaget tiba tiba tangan nya memegang sesuatu yang besar panjang dan sangat keras sekali.


Ray tidak menghiarukan ucapan Mesya, Ray langsung mencium daerah leher Mesya, tanpa aba aba Ray memulai aksi nya lagi, tapi ini di lakukan dengan sangat pelan dan lembut mengingat istri nya yang masih kesakitan, Mesya pun tidak mau tinggal diam, Mesya tidak mau hanya menerima serangan danri suami jya, dia benar benar lelah, tapi Mesya sadar betul menolak.


Sebelum nya Ray melakukan tugas nya memandikan istri nya, karena Mesya masih tampak belum berdaya.


" Benar benar melelahkan." Bathin Mesya. Setelah mandi Ray dan Mesya melihat ponsel nya, ternyata sudah banyak panggilan masuk yang tidak terjawab, begitu pesan.


" Bang, banyak panggilan dari kakak, pasti nya nanti di bully habis habis ini." ucap Mesya

__ADS_1


" Siapa yang berani bully istri Ray sayang pasti akan berurusan sama abang." Ucap Ray sambil tersenyum ke arah Mesya.


" Terserah abang lah." Jawab Mesya sambil memajukan bibir nya.


" Eee jangan di majukan begitu bibir nya nanti abang kelepasan lagi apa sayang akan tanggung jawab he he he." ucap Ray sambil becanda.


" Abang ihhh yang di pikirin itu terus deh, abang tidak mikirin perut Mesya yang sudah keroncongan ini." Ucap Mesya sambil menggerutu.


" Maafin abang ya sayang." Ucap Ray merasa berslah sampai mengabaikan kondisi perut istri nya


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2